Logo

Logo

Monday, March 19, 2007

Paradise Lost - Buku Kedelapan

Paradise Lost - Terjemahan oleh Adot

BUKU 8
KISAH
Adam menanyakan mengenai Pergerakan Pergerakan langit, ia dijawab dengan penuh keraguan, dan dinasehati untuk menyelidiki saja hal hal yang lebih pantas untuk diketahui: Adam menyetujui, dan masih berhasrat untuk menahan Raphael, menceritakan kepadanya apa yang diingatnya sejak Penciptaannya sendiri, penempatannya di Firdaus, pembicaraannya dengan Allah mengenai kesendirian dan perkawanan yang pantas, pertemuan pertama dan Perkawinannya dengan Hawa, pembicaraannya dengan sang Malaikat sesudahnya; yang setelah nasehat nasehat yang diulangi berangkat pergi.

Sang Malaikat selesai, dan di telinga Adam
Begitu menawan masih terdengar suaranya, sehingga ia sementara waktu
Mengiranya masih berbicara, masih berdiri terpaku untuk mendengar;
Lalu seakan akan baru dibangunkan demikian menjawab berterima kasih.
Terima kasih apa cukup, atau balas budi apa [ 5 ]
Setara kupunyai untuk diberikan padamu, Ilahi
Sejarahwan, yang demikian telah memuaskan sebagian besar
Kehausan yang kupunyai akan pengetahuan, dan menjaminkan
Kerelaan bersahabat ini untuk menceritakan
Hal hal yang jikalau tidak bagiku tidak terselidiki, sekarang didengar [ 10 ]
Dengan takjub, namun kesenangan, dan, sebagaimana pantasnya,
Dengan kemuliaan dikhususkan kepada Yang Tinggi
Sang Pencipta; masih tersisa sesuatu keraguan,
Yang hanya oleh pemecahanmu bisa menyelesaikannya.
Ketika aku memandang Alam yang baik ini, Dunia ini [ 15 ]
Terdiri dari Langit dan Bumi, dan menghitung,
Segala kebesaran mereka, Bumi ini bagai sebuah titik, setitik debu,
Sebuah Atom, dibandingkan dengan Cakrawala
Dan segala Bintang Bintangnya yang terhitung, yang tampaknya bergulung
Ruang ruang tak terpahami (sebab demikian [ 20 ]
Jarak mereka menyatakan jalan kembali mereka yang tangkas
Setiap hari) semata mata menyediakan cahaya
Di sekeliling Bumi yang gelap ini, titik yang amat kecil ini,
Dalam sehari dan semalam; dalam segala lingkup mereka yang amat luas
Tidak berguna lagi selain itu, dengan bernalar sering kukagumi, [ 25 ]
Bagaimana Alam bijak dan pemurah boleh menetapkan
Ketidakseimbangan perbandingan sedemikian, dengan tangan berlimpah limpah
Begitu banyak Wujud Wujud yang lebih mulia diciptakan,
Lebih agung berlipat kali untuk satu kegunaan ini saja,
Untuk apapun tampaknya, dan atas Lingkar Lingkar mereka menetapkan [ 30 ]
Perputaran tiada henti sedemikian hari demi hari
Diulangi, sementara Bumi yang diam,
Agar boleh lebih baik yang dengan jauh lebih sedikit jalur melingkar bergerak,
Dilayani oleh yang lebih mulia daripada dirinya sendiri, mendapatkan
Tujuannya tanpa gerakan terkecil sekalipun, dan menerima, [ 35 ]
Suatu Persembahan sebagaimana dibawakan suatu perjalanan tak terukur
Dengan kecepatan tak berwujud, kehangatan dan cahaya baginya;
Kecepatan, yang untuk menjelaskan ketangkasannya Angka tidak sanggup.
Demikian berbicara Bapa kita, dan oleh wajahnya tampaknya
Memasuki pikiran pikiran rahasia mempelajari, yang oleh Hawa [ 40 ]
Melihatnya dimana ia duduk undur dalam pandangan,
Dengan kerendahan Megah dari tempat duduknya,
Dan Keanggunan memenangkan yang melihatnya untuk menghendakinya tinggal,
Bangkit, dan pergi diantara Buah Buahan dan Bunga Bunganya,
Untuk mengunjungi bagaimana mereka berkembang, merekah dan mekar, [ 45 ]
Rawatannya; mereka pada kedatangannya bangkit
Dan disentuh oleh rawatan indahnya tumbuh dengan lebih senang.
Namun ia tidak pergi, sebab bukan dengan pembicaraan sedemikian
Menyenangi, atau tidak sanggup telinganya
Akan hal yang agung: kesenangan sedemikian disimpankannya, [ 50 ]
Adam yang menceritakan, ia Pendengar satu satunya;
Suaminya sebagai sang Pencerita lebih disukainya
Daripada sang Malaikat, dan akannya untuk meminta
Lebih dipilihnya: sang laki laki, perempuan itu tahu ia akan mencampurkan
Secara sampingan penuh kelembutan, dan menyelesaikan perbantahan tinggi [ 55 ]
Dengan belaian belaian Asmara, dari Bibir sang laki laki
Bukan Kata Kata saja yang menyenangkannya. Oh kapankah didapati sekarang
Pasangan sedemikian, dalam Kasih dan Rasa Hormat bersama disatukan?
Dengan sikap bagaikan Dewi ia pergi;
Bukan tidak didampingi, sebab padanya bagaikan seorang Ratu [ 60 ]
Sebuah iring iringan Keanggunan yang memenangkan terus menunggui,
Dan dari sekelilingnya menembakkan Anak Anak Panah hasrat
Kedalam segala Mata untuk menginginkannya tetap dalam pandangan mata.
Dan Rafael sekarang terhadap pertanyaan Adam yang diajukan
Dengan baik hati dan lembut menjawab demikian. [ 65 ]
Untuk bertanya atau menyelidiki aku tidak menyalahkanmu, sebab Langit
Adalah bagaikan Kitab Allah yang diletakkan di hadapanmu,
Yang didalamnya untuk membaca Karya Karyanya yang ajaib, dan mempelajari
Musim Musimnya, Jam, atau Hari, atau Bulan, atau Tahun:
Ini untuk diketahui, apakah Langit yang bergerak atau Bumi, [ 70 ]
Tidaklah penting, jika engkau memperhitungkan dengan benar, sisanya
Dari Manusia atau Malaikat Sang Pembangun Agung
Berbuat hikmat untuk menyembunyikannya, dan tidak mengungkapkan
Rahasia rahasiaNya untuk diperiksa oleh mereka yang seharusnya
Malah mengaguminya; atau jika mereka hendak mencoba [ 75 ]
Berandai andai, Dia akan Rangka Segala Langit
Telah meninggalkannya pada perbantahan mereka, mungkin untuk menggerakkan
TawaNya atas Pendapat Pendapat lucu mereka yang bermacam macam
Setelah ini, saat mereka hendak mempolakan Langit
Dan menghitung Bintang Bintang, bagaimana mereka bisa menahan [ 80 ]
Rangka yang perkasa ini, bagaimana membangun, meruntuhkan, merancang
Untuk menjelaskan pergerakan pergerakan, bagaimana mengikat Lingkar itu
Dengan Bulatan atau Lengkungan yang digambarkan diatasnya,
Lingkaran atau Anak Lingkaran, Lingkar dalam Lingkar:
Sudahpun dari penalaranmu hal ini kuduga, [ 85 ]
Yang akan memimpin keturunanmu, dan menyangka
Bahwa wujud wujud yang lebih terang dan besar tidak seharusnya melayani
Yang lebih kecil dan tidak terang, tidak juga Langit menjalani perjalanan demikian,
Bumi terletak diam, saat ia sendiri menerima
Manfaat: pikirkan dahulu, bahwa Besar [ 90 ]
Atau Terang tidak menandakan Keunggulan: Bumi
Walaupun, dalam perbandingan dengan Langit, begitu kecil,
Tidak juga berkilau, boleh akan kebaikan nyata berisikan
Lebih banyak daripada Matahari yang bersinar gersang,
Yang keunggulannya atas dirinya sendiri tidak mengerjakan hasil apapun, [ 95 ]
Namun di Bumi yang berbuah; disana pertama menerima
Sinar sinarnya, jikalau bukan tidak bekerja, menemukan daya kekuatan mereka.
Namun bukan pada Bumi Penerang Penerang yang terang itu
Melayani, namun kepadamu penghuni Bumi.
Dan akan Jalur Langit yang lebar, biarlah ia menyatakan [ 100 ]
Kemegahan agung Sang Pencipta, yang membangun
Begitu luas, dan GarisNya dibentangkan begitu jauh;
Agar Manusia boleh tahu bahwa ia berdiam tidak sendirian saja;
Sebuah Bangunan yang terlalu besar untuk diisi baginya,
Yang diletakkan di sebuah bagian kecil, dan yang sisanya [ 105 ]
Ditetapkan bagi kegunaan kegunaan yang paling diketahui oleh Tuhannya.
Ketangkasan Lingkar Lingkar itu menandakan,
Walau tidak terhitung jumlahnya, kepada KemahakuasaanNya,
Yang pada zat zat jasmani boleh menambahkan
Kecepatan yang hampir Rohani; diriku kauanggap tidak lamban, [ 110 ]
Yang sejak jam Pagi berangkat keluar dari Sorga
Dimana Allah berdiam, dan sebelum tengah hari tiba
Di Eden, suatu jarak yang tidak terungkapkan
Oleh Angka Angka yang memiliki nama. Namun ini kudorongkan,
Menerima Pergerakan di Segala Langit, untuk menunjukkan [ 115 ]
Tidak absah hal yang bagimu diragukan bergerak;
Bukan juga kutegaskan demikian, walau demikian tampaknya
Bagimu yang memiliki kediaman disini diatas Bumi.
Allah untuk menjauhkan segala jalanNya dari indera manusia,
Meletakkan Sorga dari Bumi begitu jauhnya, pandangan bumi itu, [ 120 ]
Jikalau berandai, boleh menyimpang dalam hal hal yang terlalu tinggi,
Dan tiada keuntungan didapatkan. Bagaimana jikalau Matahari
Adalah Pusat Dunia ini, dan Bintang Bintang lainnya
Oleh keunggulan tariknya dan sama halnya mereka sendiri
Digerakkan, menari disekelilingnya bermacam putaran? [ 125 ]
Jalur berkelana mereka lalu tinggi, lalu rendah, lalu tersembunyi,
Maju, mundur, atau berdiam tetap,
Dalam keenam yang kaulihat, dan bagaimana jikalau yang ketujuh pada semua itu
Planet Bumi, walau begitu kokoh tampaknya,
Tanpa terasa bergerakkan tiga Pergerakan yang berbeda? [ 130 ]
Yang juga kepada beberapa Lingkar harus kautunjukkan,
Bergerak berlawanan dengan kemiringan saling menyilang,
Atau meringankan Matahari akan pekerjaannya, dan yang tangkas itu
Jalur Malam dan Siang yang diperkirakan,
Tidak tampak diatas segala Bintang, yaitu Roda [ 135 ]
Siang dan Malam; yang tidak perlu kaupercayai,
Jika Bumi bekerja dari dirinya sendiri menjemput Siang
Sambil berperjalanan di Timur, dan dengan bagiannya yang berlawanan
Dari sinar Matahari menemui Malam, bagian lainnya
Masih terang benderang oleh sinarnya. Bagaimana jika cahaya itu [ 140 ]
Dikirimkan darinya melalui udara tembus pandang yang luas,
Mencapai ke Bulan dunia ini bagaikan sebuah Bintang
Menyinarinya saat Siang, sebagaimana ia pada Malam
Atas Bumi ini? Saling balas membalas, jikalau ada Tanah disana,
Daratan dan Penghuni: Titik titiknya kaulihat [ 145 ]
Sebagai Awan Awan, dan Awan boleh menurunkan hujan, dan Hujan menghasilkan
Buah buahan di Tanahnya yang dilembutkan, bagi beberapa untuk dimakan
Ditetapkan disana; dan banyak Matahari lainnya mungkin
Dengan Bulan Bulan yang mendampingi mereka engkau akan melihatnya
Membagikan Cahaya Laki Laki dan Perempuan, [ 150 ]
Yang kedua Jenis Kelamin agung itu memberikan jiwa pada Dunia,
Disimpankan dalam tiap Lingkar mungkin dengan sesuatu yang hidup.
Sebab ruang yang demikian luas dalam Alam tanpa dimiliki
Oleh Jiwa yang hidup, kerontang dan terabaikan,
Semata mata untuk bersinar, namun hampir tidak menyumbangkan [ 155 ]
Bagi tiap Lingkar segelintir Cahaya, dihantarkan begitu jauh
Turun ke tempat yang ditinggali ini, yang mengembalikan
Cahaya kembali pada mereka, adalah terbuka untuk diperbantahkan.
Namun apakah demikian adanya segala hal ini, atau apakah tidak demikian,
Apakah Matahari menguasai di Langit [ 160 ]
Terbit diatas Bumi, atau Bumi terbit diatas Matahari,
Ia dari Timur memulai perkendaraan berapi apinya,
Atau Ia dari Barat maju menjalani jalur senyapnya
Dengan langkah perlahan yang berputar tertidur
Atas Sumbunya yang lembut, sementara ia menjalani Sore, [ 165 ]
Dan membawamu dengan lembut dengan Udara yang lembut sekaligus,
Tidak usah menyusahkan pikiranmu dengan hal hal yang tersembunyi,
Biarkan semua itu pada Allah diatas, Dia sembah dan takutilah;
Akan Mahluk Mahluk lain, sebagaimana paling menyenangkanNya,
Dimanapun ditempatkan, biar Dia yang menentukan: bersukacitalah engkau [ 170 ]
Dalam apa yang diberikanNya padamu, Firdaus ini
Dan Hawa yang indah kepunyaanmu; Sorga bagimu terlalu tinggi
Untuk mengetahui apa yang terjadi disana; jadilah bijak dengan rendah hati:
Pikirkanlah saja apa yang berkaitan denganmu dan keadaanmu;
Jangan memimpikan Dunia Dunia lain, Mahluk Mahluk apa disana [ 175 ]
Hidup, dalam kedudukan apa, keadaan atau tingkatan,
Berpuaslah sejauh ini dengan apa yang telah diungkapkan
Bukan hanya akan Bumi saja namun akan Sorga tertinggi.
Kepadanya demikian Adam bersih dari keraguan, menjawab.
Betapa sepenuhnya telah kaupuaskan aku, murni [ 180 ]
Kecerdasan Sorga, Malaikat tenteram,
Dan dibebaskan dari kesulitan kesulitan, diajari untuk menghidupi
Jalan yang termudah, bukan juga dengan berbagai pikiran membingungkan
Untuk mengganggu kemanisan Kehidupan, yang darinya
Allah telah menyuruhkan berdiam jauh dari segala kekhawatiran cemas, [ 185 ]
Dan tidak mengganggu kami, kecuali kami sendiri
Mencari mereka dengan segala pikiran tersesat, dan berbagai gagasan sia sia.
Namun sigap Pikiran atau Khayal untuk menjelajahi
Tanpa dikekang, dan akan penjelajahannya tiada akhir;
Hingga diperingatkan, atau oleh pengalaman diajari, ia mempelajari, [ 190 ]
Bahwa untuk tidak mengetahui sebanyaknya hal hal yang amat jauh
Dari kegunaan, yang samar dan halus, namun untuk mengenal
Hal yang di hadapan kami terbentang dalam kehidupan sehari hari,
Adalah Hikmat yang terutama, yang terlebih lagi, adalah asap saja,
Atau kehampaan, atau ketidakpentingan yang bodoh, [ 195 ]
Dan menyebabkan kami dalam segala hal yang paling berkaitan
Tak terlatih, tidak siap, dan masih terus mencari.
Maka dari tempat tinggi ini mari kita turun menjalani
Sebuah penerbangan yang lebih rendah, dan berbicara akan hal hal yang dekat
Yang berguna, yang barangkali disebutkan akan bangkit [ 200 ]
Akan sesuatu yang bukan tidak pada tempatnya ditanyakan
Pada kerelaan, dan perkenanmu pantas yang direlakan.
Engkau telah kudengar menceritakan apa yang dilakukan
Sebelum ingatanku: sekarang dengarlah aku menceritakan
Ceritaku, yang mungkin belum pernah kaudengar; [ 205 ]
Dan Hari masih belum habis; hingga saat itu kaulihat
Betapa halusnya untuk menahanmu kurancangkan,
Mengundangmu untuk mendengar sementara aku bercerita,
Dengan sia sia, jikalau bukan karena harapan akan jawabanmu:
Sebab sementara aku duduk bersamamu, aku bagaikan di Sorga, [ 210 ]
Dan lebih manis pembicaraanmu pada telingaku
Daripada Buah Buahan pohon Palem yang paling menyenangkan bagi haus
Dan lapar sekaligus, setelah bekerja keras, pada jam
Istirahat yang manis; mereka terpuaskan, dan segera dipenuhi,
Walau menyenangkan, namun kata katamu dengan Keanggunan Ilahi [ 215 ]
Diresapkan, membawakan pada kemanisan mereka tiada pernah kepuasan.
Kepadanya demikian Rafael menjawab lemah lembut sorgawi.
Tidak juga bibirmu tiada berterima kasih, Bapa manusia,
Tidak juga lidahmu tidak fasih; sebab Allah atasmu
Dengan berlimpah hadiahnya juga telah dicurahkan [ 220 ]
Didalam dan diluar juga, gambar dan rupaNya yang indah:
Baik sedang berbicara maupun berdiam segala keindahan dan keanggunan
Mendampingimu, dan tiap kata kata, tiap gerakan membentuknya
Tidak juga lebih rendah berpendapat kami di Sorga akanmu di Bumi
Daripada akan sesama kami hamba, dan bertanya [ 225 ]
Dengan senang dalam jalan jalan Allah terhadap Manusia:
Sebab Allah kami lihat telah memberimu kehormatan, dan menetapkan
Atas Manusia KasihNya yang Setara: maka katakanlah terus;
Sebab aku pada Hari itu tiada hadir, sebagaimana terjadi padaku,
Terikat atas sebuah perjalanan tidak dikenal dan samar, [ 230 ]
Jauh dalam perjalanan menuju Gerbang Gerbang Neraka;
Terbujur dalam Legion penuh (perintah sedemikian kami dapatkan)
Untuk memastikan bahwa tiada yang keluar dari sana sebagai mata mata,
Atau musuh, sementara Allah dalam pekerjaanNya,
Agar jangan Dia menjadi marah akan penerobosan lantang demikian, [ 235 ]
Kehancuran dengan Penciptaan mungkin telah dicampurkan.
Bukanlah mereka berani tanpa izinNya mencobanya,
Namun kami dikirimkanNya atas suruhan agungNya
Untuk kehormatan, sebagai Raja Berdaulat, dan untuk meneguhkan
Kepatuhan segera kami. Erat kami temukan, erat tertutup [ 240 ]
Gerbang Gerbang yang menyedihkan itu dan dirintangi dengan kuat;
Namun lama sebelum kami mendekat terdengar dari dalam
Kegaduhan, selain dari bunyi Tarian atau Nyanyian,
Siksaan, dan ratapan nyaring, dan murka mengamuk.
Dengan senang kami naik kembali ke pantai pantai Terang [ 245 ]
Sebelum Sore Sabat: demikianlah kami mendapat perintah.
Namun penceritaanmu sekarang; sebab aku mendengarkan,
Senang akan kata katamu tidak kurang daripada engkau dengan kata kataku.
Demikian berkata sang Kuasa Bagai Allah, dan demikian Bapa kita.
Bagi Manusia untuk menceritakan bagaimana Kehidupan manusia bermula [ 250 ]
Sulit adanya; sebab siapa yang mengetahui permulaannya sendiri?
Hasrat untuk bersamamu lebih lama berbincang
Memancingku. Bagaikan baru terbangun dari tidur terlelap
Lembut diatas daun daunan berbunga kutemukan diriku terbaring
Dalam Keringat Balsem, yang dengan Sinar Sinarnya sang Matahari [ 255 ]
Segera mengeringkannya, dan menyantap kelembapan yang harum itu.
Langsung menuju ke Sorga Mataku yang bertanya tanya kuarahkan,
Dan memandang sebentar Langit yang luas, hingga dibangkitkan
Oleh gerakan alami yang cepat aku bangkit naik,
Sebagaimana berusaha kearah sana, dan dengan tegak [ 260 ]
Berdiri diatas kakiku; di seluruh sekelilingku kulihat
Bukit, Lembah, dan Hutan teduh, dan Dataran Dataran cerah,
Dan Jalur cair Aliran Aliran Air yang bergemericik; dekat semuanya ini,
Segala mahluk yang hidup, dan bergerak, dan berjalan, atau terbang,
Burung Burung diatas cabang berkicau; segala sesuatu tersenyum, [ 265 ]
Dengan keharuman dan sukacita hatiku berlimpah limpah.
Diriku lalu kupakai, dan Tangan lalu Kaki
Kuperiksa, dan terkadang berjalan, dan terkadang berlari
Dengan sendi sendi lentur, seakan akan dipimpin daya kekuatan yang hidup:
Namun siapa aku, atau dimana, atau dari sebab apa, [ 270 ]
Tidak kuketahui; untuk berbicara kucoba, dan segera berkata,
Lidahku mematuhi dan dengan sigap bisa menamai
Segala yang kulihat. Engkau Matahari, kataku, Cahaya yang benderang,
Dan engkau Bumi yang diterangi, begitu segar dan ceria,
Kalian Segala Bukit dan Lembah, kalian Segala Sungai, Hutan, dan Dataran, [ 275 ]
Dan kalian yang hidup dan bergerak, Segala Mahluk yang hidup, katakanlah,
Katakanlah, jika kalian melihat, bagaimana aku datang kemari, bagaimana disini?
Bukan dari diriku sendiri; oleh Seorang Pencipta yang agunglah,
Dalam kebaikan dan kuasa amat unggul;
Katakan padaku, bagaimana aku bisa mengenalnya, bagaimana memuja, [ 280 ]
Yang dariNya telah kudapati aku bergerak dan hidup,
Dan merasa bahwa aku lebih bahagia dari yang pernah kuketahui.
Sementara aku memanggil demikian, dan tersesat tidak kuketahui kemana,
Dari tempat pertama kali aku menghirup Udara, dan pertama memandang
Terang berbahagia ini, ketika tiada jawaban kembali, [ 285 ]
Diatas sebuah Tepian teduh hijau yang rimbun oleh Bunga Bungaan
Sambil berpikir aku duduk; disana tidur yang lembut
Pertama kali menemukanku, dan dengan penindasan lembut menawan
Inderaku yang terpadamkan, tanpa menjadi susah, walau kukira
Aku saat itu kembali kepada keadaanku sebelumnya [ 290 ]
Tanpa merasa, dan segera akan terurai:
Ketika tiba tiba berdiri dekat Kepalaku sebuah mimpi,
Yang penampakan di dalamku dengan lembut menggerakkan
Khayalku untuk meyakini bahwa aku masih berwujud,
Dan hidup: Satu datang, kupikir, dengan wujud Ilahi, [ 295 ]
Dan berfirman, Rumahmu menghendakimu, Adam, bangkitlah,
Manusia pertama, akan Umat Manusia yang tak terhitung ditetapkan
Bapa Pertama, dipanggil olehmu Aku datang sebagai Penuntunmu
Menuju Taman kebahagiaan, tempat kedudukanmu yang dipersiapkan.
Demikian berkata, tanganku dipegangnya menarikku naik, [ 300 ]
Dan melalui Dataran dan Air, bagaikan di Udara
Dengan lembut meluncur tanpa melangkah, akhirnya membawaku menaiki
Sebuah Gunung yang berhutan; yang puncak tingginya datar adanya,
Sebuah Jalur lebar, dibatasi, dengan Pepohonan paling penuh kebaikan
Tertanam, dengan Jalan Jalan, dan Rerimbunan, sehingga apa yang kulihat [ 305 ]
Dari Bumi sebelumnya tampak sedikit saja menyenangkan. Tiap Pohon
Dibebani dengan Buah terindah, yang bergantung kepada Mata
Menggoda, membangkitkan dalamku selera tiba tiba
Untuk memetik dan memakan; saat itu aku bangun, dan menemukan
Dihadapan Mataku semuanya nyata, sebagaimana mimpi itu [ 310 ]
Telah membayangi dengan hidup: Disini telah bermula lagi
Pengelanaanku, jikalau tidak Dia Yang adalah Penuntunku
Diatas sini, dari antara Pepohonan muncul,
Hadirat Ilahi. Sambil bersukacita, namun dengan takjub,
Dalam pemujaan di kakiNya aku menyembah [ 315 ]
Takluk: Dia menaikkanku, dan Yang engkau cari Akulah,
FirmanNya lembut, Pencipta segala sesuatu yang kaulihat ini
Diatas, atau disekelilingmu atau dibawah.
Firdaus ini kuberikan padamu, anggaplah kepunyaanmu
Untuk Ditanami dan dijaga, dan akan Buah Buahan untuk dimakan: [ 320 ]
Dari setiap Pohon yang di Taman ini tumbuh
Makanlah dengan bebas dengan hati yang gembira; disini tidak usah takut bencana:
Namun akan Pohon yang pemakaiannya membawa
Pengetahuan akan yang baik dan yang jahat, yang telah kuletakkan
Sebagai Sumpah Ketaatan dan Kesetiaanmu, [ 325 ]
Ditengah tengah Taman dekat Pohon Kehidupan,
Ingatlah apa yang Kuperingatkan padamu, jauhilah daripada mengecapnya,
Dan jauhilah akibat pahitnya: sebab ketahuilah,
Hari engkau memakan darinya, perintahKu satu satunya
Melanggarnya, tanpa dapat dicegah lagi engkau akan mati; [ 330 ]
Sejak hari itu engkau bisa mati, dan Keadaan bahagia ini
Akan lepas, dikeluarkan dari sini ke suatu Dunia
Celaka dan duka. Dengan tegas Dia menyatakan
Larangan keras itu, yang menggema
Tetap menakutkan di telingaku, walau dalam pilihanku [ 335 ]
Untuk tidak mengundangnya; namun segera wajahNya yang cerah
Kembali dan kata katanya yang baik demikian diperbaharui.
Bukan hanya batasan batasan indah ini, namun seluruh Bumi
Kepadamu dan kepada Keturunanmu Kuberikan; sebagai Tuan
Milikilah, dan segala sesuatu yang hidup di dalamnya, [ 340 ]
Atau hidup dalam Laut, atau Udara, Hewan, Ikan, dan Unggas.
Dalam tanda yang darinya tiap Burung dan Hewan melihatnya
Menurut jenis mereka masing masing; Aku membawa mereka untuk menerima
Darimu Nama mereka, dan mengikrarkan kesetiaan padamu
Dengan penaklukan rendah; mengertilah hal yang sama [ 345 ]
Akan Ikan dalam kediaman berair mereka,
Tidak dipanggil kesini, karena mereka tidak bisa mengubah
Zat Dasar mereka untuk menghirup Udara yang lebih tipis.
Saat Dia berfirman demikian, lihatlah tiap tiap Burung dan Hewan
Mendekati berdua dua, Semuanya ini membungkuk rendah [ 350 ]
Dengan kerendahan, tiap Burung mendarat atas sayapnya.
Aku menamai mereka, sambil mereka lewat, dan memahami
Sifat Alami mereka, dengan pengetahuan sedemikian yang diberikan Allah
Pengertianku yang mendadak: namun dalam semuanya ini
Aku tidak menemukan apa yang kupikir masih kuinginkan; [ 355 ]
Dan kepada penampakan Sorgawi demikian memberanikan diri.
Oh dengan Nama apakah, sebab Engkau diatas segala ini,
Diatas umat manusia, atau bisakah umat manusia lebih tinggi,
Sesungguhnya melebihi segala penamaan olehku, bagaimana aku boleh
Memuja Engkau, Pencipta Alam Semesta ini, [ 360 ]
Dan seluruh kebaikan ini bagi manusia, yang untuk kesejahteraannya
Begitu banyak, dan dengan tangan begitu bebas
Engkau telah menyediakan segala sesuatu: namun bersamaku
Tidak kulihat siapa yang berbagi. Dalam kesendirian
Kebahagiaan apa, siapa yang bisa menikmati sendiri, [ 365 ]
Atau menikmati semuanya, bisa menemukan kepuasan apa?
Demikian aku memberanikan diri; dan penampakan terang itu,
Bagaikan dengan sebuah senyum lebih menjadi terang, demikian menjawab.
Apa yang kausebut kesendirian, bukankah Bumi
Dengan bermacam mahluk hidup, dan Udara [ 370 ]
Dipenuhi, dan semuanya ini atas perintahmu
Untuk datang dan bermain di hadapanmu; tidakkah engkau mengenal
Bahasa dan segala jalan mereka? Mereka juga mengetahui,
Dan janganlah bernalar dengan merendahkan; dengan semua ini
Mendapat hiburan, dan memegang pemerintahan; Daerah Kekuasaanmu besar. [ 375 ]
Demikian berfirman Sang Tuhan Alam Semesta, dan tampaknya
Demikian menitahkan. Aku dengan izin berbicara yang dimohonkan,
Dan perendahan diri dengan rendah hati demikian menjawab.
Janganlah kata kataku menyinggungMu, Kuasa Sorgawi,
Penciptaku, bermurah hatilah sementara aku berbicara. [ 380 ]
Bukankah Engkau telah menciptakanku disini sebagai penggantiMu,
Dan semua yang lebih rendah ini diletakkan jauh di bawahku?
Diantara yang tidak setara pergaulan apa
Bisa memuaskan, keselarasan atau kesenangan sejati apa?
Yang harus saling memberi, dalam perbandingan sepantasnya [ 385 ]
Diberikan dan diterima; namun dalam ketidakseimbangan
Yang satu bersemangat, yang lain masih diam saja
Tidak bisa dengan baik cocok satu sama lain, namun segera terbukti
Melelahkan adanya: Akan perkawanan aku berbicara
Sebagaimana yang kucari, cocok untuk mengambil bagian [ 390 ]
Dalam segala kesenangan akal budi, yang didalamnya hewan
Tidak bisa menjadi pasangan manusia; mereka bersukacita
Masing masing dengan jenisnya sendiri, Singa Jantan dengan Singa Betina;
Begitu sesuainya mereka dalam berpasang pasangan telah Kaugabungkan;
Lebih tidak cocok Burung dengan Hewan, atau Ikan dengan Unggas [ 395 ]
Begitu cocok berdampingan, tidak juga Banteng dengan Kera;
Lebih buruk lagi Manusia dengan Hewan, dan terburuk dari semua.
Yang kepada hal itu Sang Mahakuasa menjawab, bukan tidak merasa senang.
Sebuah kebahagiaan yang khas dan cerdas Kulihat
Engkau mengajukan pada dirimu sendiri, dalam hal pilihan [ 400 ]
Rekan Rekanmu, Adam, dan akan mengecap
Tiada kesenangan, walau dalam kesenangan, dalam kesendirian.
Apa pikirmu mengenaiKu, dan ini KeadaanKu,
Tampaknyakah Aku padamu berkecukupan memiliki
Kebahagiaan, atau tidak? Yang adalah sendiri [ 405 ]
Dari segala Kekekalan, sebab tiada yang Kuketahui
Yang mendekatiKu atau bagaikanKu, setara lebih lebih lagi.
Maka bagaimana Aku mempunyai yang dengannya untuk berbicara
Kecuali dengan Mahluk Mahluk yang telah Aku ciptakan, dan semua itu
BagiKu lebih rendah, turun tanpa batas [ 410 ]
Dibawah tingkat Mahluk Mahluk lain bagimu?
Dia selesai, aku menjawab dengan rendah hati. Untuk mencapai
Ketinggian dan kedalaman segala jalanMu yang Kekal
Segala pikiran manusia tidak sanggup, Unggul melebihi segala sesuatu;
Engkau dalam DiriMu sendiri sempurna adanya, dan didalam Engkau [ 415 ]
Tiada kekurangan ditemukan; tidak demikian dengan Manusia,
Namun dalam tingkatan, penyebab dari hasratnya
Melalui percakapan dengan yang sejenis dengannya untuk membantu,
Atau menghiburkan segala kekurangannya. Tiada perlu bahwa Engkau
Harus memperbanyak Diri, Yang memang tak terbatas; [ 420 ]
Dan melalui segala angka adalah mutlak, walau Satu;
Namun Manusia sesuai jumlah adalah untuk mewujudkan
Ketidaksempurnaannya yang satu, dan memperanakkan
Sejenis dengan jenisnya, memperanak cucukan Gambar dan Rupanya,
Dalam kesatuan yang berkekurangan, yang memerlukan [ 425 ]
Kasih balas membalas, dan sayang yang tersayang.
Engkau dalam kerahasiaanMu walaupun sendiri,
Paling baik oleh DiriMu sendiri ditemani, tidak mencari
Hubungan perkawanan, namun jika demikian menyenangkanMu,
Sanggup menaikkan MahlukMu ke ketinggian apapun yang Kaukehendaki [ 430 ]
Akan Kesatuan atau Persekutuan, diilahikan;
Aku dengan berbincang tidak bisa menegakkan semua ini
Dari rangkakan, tidak juga dalam segala jalan mereka menemukan kepuasan.
Demikianlah aku berkata memberanikan diri, dan kebebasan kugunakan
Oleh izin, dan penerimaan kutemukan, yang mendapatkan [ 435 ]
Jawaban ini dari suara ramah Ilahi tersebut.
Demikianlah sejauh ini untuk mencobaimu, Adam, Aku disenangkan,
Dan mengetahuimu mengenal tidak hanya Hewan Hewan saja,
Yang telah kaunamai dengan sesuai, namun akan dirimu sendiri,
Mengungkapkan dengan baik roh yang didalam dirimu bebas, [ 440 ]
Gambar dan RupaKu, tidak diberikan kepada Hewan,
Yang perkawanannya dengan demikian tidak sesuai bagimu
Alasan yang bagus karena engkau bebas maka tidak menyukainya,
Dan masih berpikir demikian juga; Aku, sebelum engkau berkata,
Mengetahui bahwa tidak baik bagi Manusia itu seorang diri saja, [ 445 ]
Dan tiada pendamping yang kaulihat
Dimaksudkan bagimu, untuk pencobaan semata mata dibawakan,
Untuk melihat bagaimana engkau bisa menilai yang cocok dan sesuai:
Apa yang selanjutnya Kubawakan akan menyenangkanmu, yakinlah,
Keserupaanmu, penolong yang sesuai bagimu, dirimu yang lain, [ 450 ]
Keinginanmu, sesuai dengan hasrat hatimu.
Dia selesai, atau aku tidak mendengar apapun lagi, sebab sekarang
Kodrat bumiku oleh Kodrat Sorgawinya dilanda,
Yang telah lama berdiri dibawah pengaruhnya, dilelahkan hingga ketinggian
Perbincangan sorgawi yang agung itu, [ 455 ]
Bagaikan dengan sebuah benda yang melampaui indera,
Terperangah dan capai, tenggelam turun, dan mencari perbaikan
Dari tidur, yang segera jatuh atasku, dipanggil
Oleh Alam sebagai bantuan, dan menutup mataku.
Mataku ditutupNya, namun membuka biarkan Ruang Kecil [ 460 ]
Khayal yaitu pandangan dalamku, yang dengannya
Mengabur bagaikan dalam mimpi kukira aku melihat,
Walau sedang tertidur, dimana aku berbaring, dan melihat wujud
Masih penuh kemuliaan Yang dihadapanNya dengan terjaga aku berdiri;
Yang sambil membungkuk membuka sisi kiriku, dan mengambil [ 465 ]
Dari sana sebuah Rusuk, dengan nafas menyenangkan yang hangat,
Dan darah Kehidupan yang mengalir segar; lebar luka tersebut,
Namun seketika dengan daging tertutup dan disembuhkan:
Rusuk tersebut dibentukNya dan dibuatNya dengan tanganNya;
Dibawah tanganNya yang membentuk seorang Mahluk bertumbuh, [ 470 ]
Serupa Lelaki, namun jenis kelamin berbeda, begitu indah amat menawan,
Sehingga apa yang tampak indah di seluruh Dunia, tampaknya sekarang
Rendah, atau dalam dirinya menjadi utuh, dalam dirinya tertampung
Dan dalam pandangannya, yang sejak dari saat itu meresapkan
Kemanisan kedalam hatiku, yang tak pernah terasa sebelumnya, [ 475 ]
Dan kedalam segala hal dari Pembawaannya meresapkan
Nafas kasih dan kesenangan cinta.
Ia menghilang, dan meninggalkanku dalam kegelapan, aku terjaga
Untuk menemukannya, atau untuk selamanya meratapi
Kehilangannya, dan segala kesenangan lainnya kutolak: [ 480 ]
Ketika tanpa harapan, memandangnya, tidak jauh,
Sebagaimana kulihat dirinya dalam mimpiku, dihiasi
Dengan apa yang segala Bumi dan Langit boleh memberikannya
Untuk membuatnya menawan: Mendekat ia datang,
Dituntun oleh Pencipta Sorgawinya, walau tak terlihat, [ 485 ]
Dan dibimbing oleh suaraNya, bukan juga tidak diberitahu
Akan Kekudusan perkawinan dan Upacara Pernikahan:
Keanggunan ada dalam segala langkahnya, Sorga didalam Matanya,
Dalam setiap gerak gerik ada kehormatan dan cinta.
Aku amat bersukacita tidak bisa menahan berseru nyaring. [ 490 ]
Kali ini telah menyesuaikan; Engkau telah menepati
Kata kataMu, Pencipta berlimpah dan baik,
Pemberi segala sesuatu yang indah, namun yang terindah ini
Dari segala hadiahMu, bukan juga dengan tidak rela. Aku sekarang melihat
Tulang dari Tulangku, Daging dari Dagingku, Diriku [ 495 ]
Dihadapanku; Perempuanlah Namanya, dari Laki Laki
Diambil; oleh sebab ini laki laki akan meninggalkan
Bapa dan Ibu, dan kepada Istrinya menyatu;
Dan mereka akan menjadi satu Daging, satu Hati, satu Jiwa.
Ia mendengarku demikian, dan walaupun secara ilahi dibawakan, [ 500 ]
Namun Kemurnian dan Kesantunan Perawan,
Kebaikannya dan kesadaran akan harga dirinya,
Yang ingin dirayu, dan bukan tanpa dicari bisa dimenangkan,
Bukan dengan lancang, tidak mengganggu, namun dengan halus,
Yang lebih dihasratnya, atau untuk menyatakan semuanya, [ 505 ]
Alam sendiri, walau murni dari pikiran berdosa,
Membuat di dalamnya demikian, sehingga saat melihatku, ia berbalik;
Aku mengikutinya, apa yang merupakan Kehormatan ia ketahui,
Dan dengan Kemegahan manja menyetujui
Alasan yang kuberikan. Menuju ke Rumah Perkawinan [ 510 ]
Kubawa ia tersipu bagaikan Pagi: seluruh Sorga,
Dan Segala Rasi Bintang yang berbahagia pada jam itu
Menyebarkan pengaruh mereka yang paling terpilih; Bumi
Memberi tanda selamat, dan tiap Bukit;
Penuh sukacita Burung Burung; Hembusan segar dan Udara lembut [ 515 ]
Membisikkannya kepada Hutan Hutan, dan dari sayap sayap mereka
Melemparkan Mawar, melemparkan Wewangian dari Semak Semak berempah,
Menyebarkannya, hingga Burung Malam asmara
Menyanyikan Pernikahan, dan menyuruhkan bergegas Bintang Timur
Diatas puncak Bukitnya, untuk menyalakan Dian pernikahan. [ 520 ]
Demikian aku telah menceritakan padamu seluruh Keadaanku, dan membawa
Ceritaku kepada keseluruhan kebahagiaan bumi
Yang kunikmati, dan harus mengakui bahwa kutemukan
Dalam segala hal lainnya memang ada kesenangan, namun sedemikian
Apakah dipakai atau tidak, menghasilkan dalam pikiran tiada perubahan, [ 525 ]
Tidak juga hasrat menggebu, segala kenikmatan ini
Maksudku Rasa, Penglihatan, Penciuman, Rempah Rempah, Bunga dan Buahan,
Jalan jalan, dan nada Burung Burung; namun disini
Jauh terlebih lebih, terangkat kupandang,
Terangkat kusentuh; disini hasrat pertama kali kurasakan, [ 530 ]
Kegaduhan aneh, dalam segala kenikmatan lainnya
Unggul dan tak tergoyahkan, disini saja melemah
Melawan pesona lirikan berkuasa dari Kecantikan.
Atau Alam gagal dalam diriku, dan meninggalkan suatu bagian
Tidak cukup kuat untuk menahankan Hal demikian, [ 535 ]
Atau dari sisiku mengurangkan, mengambil mungkin
Lebih dari secukupnya; setidaknya atas dirinya memberikan
Terlalu banyak Hiasan, dalam penampilan luar
Rumit, akan dalamnya kurang tepat.
Sebab dengan baik kumengerti dalam tujuan utama [ 540 ]
Alam bahwa ia sebagai yang lebih rendah, dalam hal pikiran
Dan Indera Indera dalam, yang jauh mengungguli,
Dari luar juga ia kurang menyerupai
Gambar dan RupaNya yang menciptakan kami berdua, dan kurang mengungkapkan
Sifat Kekuasaan yang diberikan [ 545 ]
Atas segala Mahluk lainnya; namun ketika kudekati
Keindahannya, begitu mutlak ia tampaknya
Dan dalam dirinya sendiri utuh, dengan begitu baik mengenal
Dirinya sendiri, sehingga apa yang hendak ia lakukan atau katakan,
Tampak paling bijak, paling baik, paling cerdik, paling sesuai; [ 550 ]
Segala pengetahuan yang lebih tinggi di hadapannya jauth
Direndahkan, Hikmat dalam perbincangan dengannya
Kalah kehilangan muka, dan bagaikan kebodohan tampaknya;
Wewenang dan Akal Budi melayaninya,
Seolah olah ia dimaksudkan pertama, bukan diciptakan sesudahnya [ 555 ]
Demi suatu tujuan; dan untuk melengkapi semua,
Kebesaran pikiran dan keagungan akan tempat kedudukan mereka
Membangun dalam dirinya secara paling indah, dan menciptakan suatu ketakjuban
Di sekelilingnya, bagaikan seorang penjaga Malaikat ditempatkan.
Kepadanya sang Malaikat dengan dahi berkerut. [ 560 ]
Janganlah menuduh Alam, ia telah melaksanakan bagiannya;
Lakukanlah engkau bagianmu, dan jangan mengacuhkan
Hikmat, ia tidak meninggalkanmu, jikalau engkau
Tidak mengusirnya, ketika paling kauperlukan ia berada dekat,
Dengan menunjukkan berlebihan kepada hal hal [ 565 ]
Yang kurang unggul, sebagaimana engkau memandang dirimu sendiri.
Sebab apa yang kaukagumi, apa yang begitu mengangkatmu,
Sebuah penampilan luarAn outside? Indah tanpa ragu, dan pantas dengan baik
Sayangmu, hormatmu, dan cintamu,
Bukan taklukmu: ukurlah dengannya dirimu sendiri; [ 570 ]
Lalu hargai: Seringkali tiada lebih menguntungkan
Daripada harga diri, yang didasarkan atas yang adil dan benar
Yang diatur dengan baik; akan keahlian itu lebih yang kauketahui,
Lebih ia akan mengakuimu sebagai Kepalanya,
Dan kepada kenyataan menyerahkan segala penampilannya: [ 575 ]
Dibuat begitu terhias yang terlebih untuk kesenanganmu,
Begitu mengerikan, bahwa dengan hormat engkau boleh mencintai
Pasanganmu, yang melihat ketika engkau terlihat kurang bijak.
Namun jikalau indera sentuhan yang olehnya umat manusia
Beranak cucu tampak sebagai kesenangan yang begitu tersayang [ 580 ]
Diatas segala lainnya, pikirkanlah bahwa yang sama juga dijaminkan
Kepada Ternak dan tiap Hewan; yang tidak akan
Kepada mereka dibuat sama dan diungkapkan, jika apapun
Didalamnya yang dinikmati pantas untuk menaklukkan
Jiwa Manusia, atau menggerakkan hasrat didalamnya. [ 585 ]
Apa yang lebih tinggi dalam pendampingannya kau temukan
Menarik, bersifat manusia, berakal budi, tetap cintailah;
Dengan mencintai engkau berbuat yang benar, dalam hasrat tidak demikian,
Yang didalamnya tidak terdiri dari Cinta sejati; kasih memurnikan
Pikiran, dan membesarkan hati, memiliki tempat kedudukannya [ 590 ]
Di Akal Budi, dan berhati hati, adalah ukuran
Yang dengannya menuju Kasih sorgawi engkau boleh naik,
Tidak tenggelam dalam kesenangan daging, yang karenanya
Diantara segala Hewan tiada Pendamping yang sesuai untukmu ditemukan.
Kepadanya demikian setengah tersipu Adam menjawab. [ 595 ]
Tidak juga penampilan luarnya dibentuk begitu indah, tidak apapun juga
Dalam perkawinan yang sama bagi segala jenis
(Walau jauh lebih tinggi akan Ranjang perkawinan,
Dan dengan hormat tersembunyi kuanggap)
Begitu menyenangkanku sebagaimana segala tindakan anggun itu, [ 600 ]
Beribu keanggunan itu yang setiap hari mengalir
Dari segala kata katanya dan tindakannya bercampur dengan Cinta
Dan penurutan manis, yang menyatakan tanpa dibuat buat
Persatuan Pikiran, atau dalam kami berdua satu Jiwa;
Keselarasan terlihat dalam pasangan yang menikah [ 605 ]
Lebih membahagiakan daripada bunyi selaras bagi telinga.
Namun semua ini tidak menakluk; aku kepadamu mengungkapkan
Apa yang didalam kurasakan, bukan dengan demikian ditaklukkan,
Yang bertemu dengan berbagai hal, dari indera
Beragam diwakili; namun masih bebas [ 610 ]
Menyetujui yang terbaik, dan mengikuti yang kusetujui.
Untuk Kasih engkau tidak menyalahkanku, sebab kasih katamu
Memimpin naik ke Sorga, adalah jalan dan penuntun sekaligus;
Bermurah hatilah denganku, jikalau pantas apa yang kutanyakan;
Tidakkah mencintai Roh Roh sorgawi, dan bagaimana Cinta mereka [ 615 ]
Mereka ungkapkan, dengan penglihatan saja, atau apakah mereka bercampur
Sinar Benderang, secara kodrati atau langsung bersentuhan?
Kepadanya sang Malaikat dengan sebuah senyum yang bersinar
Merah mawar sorgawi, warna Cinta yang sepantasnya,
Menjawab. Biarlah mencukupi bagimu bahwa kauketahui [ 620 ]
Kami berbahagia, dan tanpa Cinta tiada kebahagiaan.
Apapun yang dengan murni engkau dalam tubuh menikmatinya
(Dan dengan murni engkau diciptakan) kami menikmatinya
Dalam kemahsyuran, dan hambatan tiada ditemukan
Akan selaput, sendi, atau tangan kaki, segala rintangan yang membatasi: [ 625 ]
Lebih mudah daripada Udara dengan Udara, jikalau Roh Roh saling merangkul,
Seutuhnya mereka bercampur, Persatuan Kemurnian dengan Kemurnian
Dihasratkan; tidak juga pemindahan terbatas diperlukan
Seperti Daging bercampur dengan Daging, atau Jiwa dengan Jiwa.
Namun aku sekarang tidak bisa lagi; Matahari yang berpisah [ 630 ]
Diluar Pulau Pulau rimbun dan Tanjung hijau Bumi
Hesperia terbenam, Tanda bagiku untuk pergi.
Kuatlah, hidup bahagia, dan mengasihi, namun terutama dari segalanya
Dia yang mengasihiNya adalah mematuhiNya, dan jagalah
Perintah agungNya; berjagalah agar jangan Hasrat menggoyahkan [ 635 ]
Penilaianmu untuk berbuat apapun, yang jikalau tidak Kehendak bebas
Tidak akan mengizinkannya; milikmu dan seluruh Anak Anakmu
Tanda atau celaka di dalammu terletak; berhati hatilah.
Aku dalam giatmu akan bersukacita,
Dan seluruh mereka yang Diberkati: berdirilah teguh; berdiri atau jatuh [ 640 ]
Dengan bebas dalam Keputusanmu sendiri terletak.
Sempurna didalamnya, tiada bantuan luar diperlukan;
Dan segala godaan untuk melanggar tolaklah.
Demikian berkata, ia bangkit; kepadanya Adam demikian
Diikuti dengan pemberkatan. Karena akan pergi, [ 645 ]
Pergilah Tamu sorgawi, Utusan Sorgawi,
Dikirim dariNya Yang kebaikan berdaulatNya kupuja.
Lembut padaku dan ramah adanya
Kerelaanmu, dan akan dihormati selamanya
Dengan Kenangan berterima kasih: engkau kepada umat manusia [ 650 ]
Baik dan bersahabatlah tetap, dan sering datang kembali.
Demikian berpisah mereka, sang Malaikat naik ke Sorga
Dari keteduhan lebat itu, dan Adam menuju Rumahnya.

Akhir Buku Kedelapan.

Paradise Lost - Buku Ketujuh

Paradise Lost - Terjemahan oleh Adot

BUKU 7
KISAH
Rafael atas permintaan Adam menceritakan bagaimana dan mengapa dunia ini pertama kali diciptakan; bahwa Allah, setelah pengusiran Sstan dan Malaikat Malaikatnya keluar dari Sorga, menyatakan kesenangannya untuk menciptakan suatu Dunia lain dan Mahluk Mahluk lain untuk berdiam didalamnya; mengirim AnakNya dengan Kemuliaan dan disertai oleh Malaikat Malaikat untuk melakukan karya Penciptaan dalam enam hari: Malaikat Malaikat merayakan dengan Kidung Kidung segala pekerjaan tersebut, dan kenaikanNya kembali ke Sorga.

Turunlah dari Sorga Urania, dengan nama itu
Jika dengan benar engkau dipanggil demikian, yang Suara ilahimu
Mengikuti, diatas Bukit Olympia aku menukik,
Terbang diatas sayap Pegasus.
Artinya, bukan Namanya yang kupanggil: sebab engkau [ 5 ]
Bukan dari kesembilan Muse, tidak juga di puncak
Olympus tua berdiam, namun dilahirkan Sorgawi,
Sebelum Bukit Bukit muncul, atau Mata Air mengalir,
Engkau bersama Hikmat Abadi berbincang bincang,
Hikmat Saudara Perempuanmu, dan bersamanya bermain main [ 10 ]
Di hadirat Bapa Mahakuasa, Yang disenangkan
Oleh Nyanyian Sorgawimu. Naik dipimpin olehmu
Ke dalam Sorga segala Sorga aku telah menganggap diriku,
Seorang Tamu dari Bumi, dan menghirup Udara Sorgawi Tertinggi,
Olahanmu; dengan keamanan yang sama dibimbing turun [ 15 ]
Kembalikanlah aku kepada Zat Dasar Asalku:
Agar jangan dari Kuda terbang ini tanpa dikekang, (sebagaimana dahulu
Bellerophon, walau dari Udara yang lebih rendah)
Terlempar jatuh, diatas Dataran Ailea aku jatuh
Tersesat disana berkelana dan penuh kesedihan. [ 20 ]
Setengah lagi belum dinyanyikan, namun dibatasi lebih sempit
Didalam Lingkar Harian yang tampak;
Berdiri diatas Bumi, bukan dibawa melalui Kutub,
Lebih aman aku Bernyanyi dengan suara manusia, tanpa berubah
Menjadi serak atau bisu, walau jatuh pada hari hari jahat, [ 25 ]
Pada hari hari jahat walau terjatuh, dan lidah lidah jahat;
Dalam kegelapan, dan disergap sekeliling oleh marabahaya,
Dan kesendirian; namun tidak sendirian, sementara engkau
Mengunjungi tidurku Tiap Malam, atau ketika Pagi
Mewarnai ungu Langit Timur: tetaplah engkau mengatur Nyanyianku, [ 30 ]
Urania, dan akan menemukan pendengar yang pantas, walau sedikit saja.
Namun singkirkan jauh jauh ketidakselarasan biadab
Bacchus dan Para Pemabuknya, Bangsa
Keriuhan liar yang mengoyak Pujangga Tracia itu
Di Rhodope, dimana Pepohonan dan Batu Batuan memberi telinga [ 35 ]
Untuk mendengar takjub, hingga kegaduhan biadab menenggelamkan
Baik Harpa maupun Suara; tidak bisa juga sang Muse membela
Anaknya. Maka jangan engkau gagal, ia yang memohon kepadamu:
Sebab engkau Sorgawi adanya, ia sebuah mimpi kosong.
Katakanlah Dewi, apa yang kemudian terjadi saat Rafael, [ 40 ]
Sang Penghulu Malaikat yang ramah, telah memperingatkan sebelumnya
Adam melalui contoh mengerikan agar berhati hati akan
Kemurtadan, melalui apa yang menimpa di Sorga
Atas para Pemurtad itu, agar jangan hal serupa menimpa
Di Firdaus atas Adam atau Keturunannya, [ 45 ]
Yang diperintahkan untuk tidak menyentuh Pohon terlarang tersebut,
Jikalau mereka melanggar, dan menyinggung perintah satu satunya itu,
Yang begitu mudah dipatuhi diantara pilihan
Segala citarasa lainnya untuk menyenangkan selera mereka,
Walau berubah ubah. Ia bersama Hawa yang diperistrinya [ 50 ]
Mendengar penuh perhatian cerita tersebut, dan dipenuhi
Dengan kekaguman, dan Ilham yang dalam karena mendengar
Akan hal hal yang demikian agung dan asing, hal hal yang kepada pikiran mereka
Begitu tidak terbayangkan seperti kebencian di Sorga,
Dan Perang yang begitu dekat dengan Damai Allah di sukacita [ 55 ]
Dengan kebingungan sedemikian: namun kejahatan itu segera
Diusir kembali menimpa kembali seperti banjir atas mereka
Yang darinya ia muncul, yang tidak mungkin bercampur
Dengan Keberkatan. Sehingga Adam segera mengusir
Segala keraguan yang bangkit di hatinya: dan lalu [ 60 ]
Dibawa, masih tanpa berdosa, dengan hasrat untuk mengetahui
Hal yang lebih dekat yang mungkin berkaitan dengannya, bagaimana Dunia ini
Langit dan Bumi yang tampak pertama kali muncul,
Kapan, dan mengapa diciptakan, untuk tujua apa,
Apa yang didalam Eden atau diluarnya dilakukan [ 65 ]
Sebelum ingatannya, sebagaimana seseorang yang kehausannya
Baru dipuaskan sedikit masih memandangi aliran air yang mengalir,
Yang gemericik airnya terdengar membangkitkan kehausan baru,
Meneruskan demikian untuk bertanya pada Tamu Sorgawinya.
Hal hal agung, dan penuh keajaiban di telinga kami, [ 70 ]
Jauh berbeda dari Dunia ini, engkau telah ungkapkan
Utusan Ilahi, oleh kesukaan dikirim
Turun dari Sorga Tertinggi untuk memperingatkan sebelumnya
Kami dalam waktunya akan hal yang mungkin akan menjadi kehilangan kami,
Tanpa diketahui, yang pengetahuan manusia tidak dapat menggapainya: [ 75 ]
Yang akannya kepada Kebaikan tak terbatas kami berhutang
Terima kasih abadi, dan tegurannya
Kami terima dengan tujuan khusyuk untuk mematuhi
Tanpa berubah kehendak berdaulatNya, Yang merupakan tujuan
Keberadaan kami. Namun karena engkau telah menjaminkan [ 80 ]
Dengan lembut untuk pengajaran kami untuk menyampaikan
Hal hal yang diatas pikiran Fana, yang masih perlu
Kami ketahui, seakan akan kepada hikmat tertinggi tampaknya,
Yang rela turun lebih rendah lagi, dan menceritakan
Apa yang mungkin tidak lebih kurang mencukupi kami ketahui, [ 85 ]
Bagaimana pertama kali bermula Langit ini yang kami pandang
Jauh begitu tinggi, dengan Api Api bergerak dihias
Tak terhitung banyaknya, dan ini yang menyediakan atau memenuhi
Segala ruang, Udara berpendar, dengan lebar saling menyatu
Mencakup sekeliling Bumi yang indah ini, sebab apa [ 90 ]
Menggerakkan Sang Pencipta di Kediaman kudusNya
Melalui segala Kekekalan akhir akhir ini untuk membangun
Dalam Kekacauan, dan memulai karya tersebut, berapa cepat
Diselesaikan, jikalau tidak dilarang boleh engkau menyingkapkan
Apa yang kami, tidak untuk menyelidiki rahasia bertanya [ 95 ]
Mengenai Kemaharajaan AbadiNya, namun untuk lebih
Untuk meninggikan pekerjaan tanganNya, lebih kami ketahui.
Dan Terang Hari besar masih hendak berlari
Banyak dari Perlombaannya walau curam, tergantung di Langit
Ditahan oleh suaramu, suaramu yang berkuasa didengarnya, [ 100 ]
Dan akan berlambat lebih lama untuk mendengarmu menceritakan
Penciptaannya, dan Kelahiran bangkit
Alam dari Jurang Dalam yang tidak tampak:
Atau jikalau Bintang Timur dan Bulan
Bergegas mendengarmu, Malam bersamanya akan membawa [ 105 ]
Kesunyian, dan Tidur mendengarkanmu akan berjaga,
Atau kami boleh menyuruh ketidakhadirannya, hingga Nyanyianmu
Berakhir, dan melepasmu sebelum Pagi bersinar.
Demikian Adam memohon pada Tamunya yang mulia:
Dan demikian sang Malaikat bagai Allah menjawab lembut. [ 110 ]
Ini juga permintaanmu yang diminta dengan berhati hati
Kaudapatkan: walau untuk menceritakan karya karya Sang Mahakuasa
Kata kata apa atau lidah Seraf bisa mencukupi,
Atau hati manusia mencukupi untuk mengerti?
Namun apa yang bisa kaudapatkan, yang bisa terbaik melayani [ 115 ]
Untuk memuliakan Sang Pencipta, dan membuat
Engkau juga lebih bahagia, tidak akan ditahankan
Untuk didengar olehmu, Tugas demikian dari atas
Telah kuterima, untuk menjawab hasratmu
Akan pengetahuan dalam batasan batasan; diluar penahanan diri [ 120 ]
Untuk bertanya, jangan juga biarkan dugaan dugaanmu sendiri mengharapkan
Hal hal yang tidak disingkapkan, yang Sang Raja tidak tampak,
Satu satuNya Mahatahu telah menahankannya dalam Malam,
Yang tidak bisa diberitahukan pada siapapun juga di Bumi atau Sorga:
Cukuplah yang tersisa untuk diselidiki dan diketahui. [ 125 ]
Namun Pengetahuan adalah bagaikan makanan, dan tidak kurangnya memerlukan
Penguasaan Diri atas Selera, untuk mengetahui
Dalam ukuran apa yang bisa ditampung pikiran dengan baik,
Jikalau tidak ia menindas dengan Kelebihan, dan segera mengubah
Hikmat menjadi Kebodohan, seperti Makanan menjadi Angin. [ 130 ]
Maka ketahuilah, bahwa setelah Lusifer dari Sorga
(Demikian ia dinamai, dulunya lebih terang diantara segala Balatentara
Malaikat Malaikat, daripada Bintang itu diantara segala Bintang Bintang)
Jatuh bersama Legion Legionnya yang menyala nyala melalui Jurang Dalam
Kedalam tempatnya, dan Sang Anak agung kembali [ 135 ]
Berkemenangan bersama Orang Orang KudusNya, Sang Mahakuasa
Bapa Kekal dari TahtaNya melihat
Sejumlah besar mereka, dan kepada AnakNya berkata demikian.
Maka Seteru Kita yang iri telah gagal, yang mengira
Semua seperti dirinya pemberontak, yang dengan bantuan mereka [ 140 ]
Kekuatan tinggi yang tak tercapai ini, kedudukan
KeAllahan yang agung tertinggi, hendak menggulingkan Kita,
Ia yakin telah bisa merebut, dan dalam tipudaya
Menarik amat banyak, yang tempat mereka bukan disini lagi;
Namun sebagian yang jauh lebih banyak masih tersisa, Aku melihat, [ 145 ]
Penempatan mereka, Sorga yang masih ramai berpenduduk memiliki
Jumlah yang cukup untuk memiliki Wilayah Wilayahnya
Walau lebar, dan Bait agung ini untuk didatangi
Dengan Pelayanan sepantasnya dan Upacara Upacara khusyuk:
Namun agar jangan hatinya meninggikannya dalam kerusakan [ 150 ]
Yang sudah terjadi, yang telah mengosongkan Sorga
KerusakanKu dengan bodoh dianggapnya, Aku bisa memperbaiki
Pengurangan itu, jikalau yang demikian adalah kehilangan
Yang terhilang sendirinya, dan dalam sekejap akan menciptakan
Sebuah Dunia lain, dari satu orang seluruh Umat [ 155 ]
Manusia tak terhitung jumlahnya, disana untuk berdiam,
Bukan disini, hingga oleh derajat kelayakan dinaikkan
Mereka membuka bagi diri mereka sendiri pada akhirnya jalan
Naik kesini, yang dicobai dibawah kepatuhan lama,
Dan Bumi diubahkan menjadi Sorga, dan Sorga menjadi Bumi, [ 160 ]
Satu Kerajaan, Sukacita dan Kesatuan tanpa akhir.
Sementara itu tinggallah dengan santai, kalian Kuasa Kuasa Sorga,
Dan oleh FirmanKu, Anak Yang diperanakkan, olehMu
Ini Kulakukan, berbicaralah Engkau, dan akan terlaksana:
RohKu Yang menaungi dan keperkasaan bersamaMu [ 165 ]
Kukirim besertaMu, berkendaralah maju, dan suruhkan Jurang Dalam
Dalam batas batas yang ditetapkan menjadi Langit dan Bumi,
Tanpa batas Jurang Dalam, karena Akulah yang mengisi
Ketidakterbatasan, tidak juga kosong ruang tersebut.
Walau Aku tak terbatas mengundurkan DiriKu sendiri, [ 170 ]
Dan tidak mengirimkan kebaikanKu, yang adalah bebas
Untuk bertindak atau tidak, Keharusan dan Peluang
Tidak mendekatiKu, dan apa yang Kukehendaki adalah Takdir.
Demikian berkata Sang Mahakuasa, dan kepada yang diucapkanNya
FirmanNya, KeAllahan Anak, melaksanakannya. [ 175 ]
Dengan segera segala Tindakan Allah, lebih tangkas
Daripada waktu atau gerak, namun kepada telinga manusia
Tidak bisa tanpa jalan pembicaraan dikatakan,
Yang dikatakan sebagaimana yang bisa diterima oleh pengertian manusia.
Kemenangan besar dan sukacita ada di Sorga [ 180 ]
Ketika demikian terdengar dinyatakan kehendak Sang Mahakuasa;
Kemuliaan mereka nyanyikan kepada Sang Mahatinggi, kabar baik
Kepada manusia di masa depan, dan dalam tempat kediaman mereka damai sejahtera:
Kemuliaan kepadaNya yang kemarahan pembalasan adilNya
Telah menyingkirkan mereka yang fasik dari depan mataNya [ 185 ]
Dan dari tempat kediaman orang orang benar; kepadaNya
Kemuliaan dan puji pujian, yang hikmatNya telah menetapkan
Kebaikan dari kejahatan diciptakan, untuk menggantikan
Roh Roh jahat sebuah Umat yang lebih baik untuk dibawa
Kedalam ruang kosong mereka, dan disana meresapkan [ 190 ]
KebaikanNya kepada Segala Dunia dan Zaman tanpa batas.
Demikian bernyanyi Segala Tingkatan Malaikat: Sementara Sang Anak
Dalam Perjalanan agungNya sekarang tampak,
Berikatkan Kemahakuasaan, dimahkotai Pancaran Terang
KeIlahian Megah, Hikmat dan Kasih [ 195 ]
Amat besar, dan seluruh Diri Bapa dalam DiriNya terpancar.
Di sekeliling KeretaNya tak terhitung tumpah ruah
Kerubim dan Serafim, Pembesar Pembesar dan Tahta Tahta,
Dan Keunggulan Keunggulan, Roh Roh bersayap, dan Kereta Kereta bersayap,
Dari Persenjataan Allah, dimana berdiri pada masa lalu [ 200 ]
Berlaksa laksa diantara dua Gunung tembaga yang disimpankan
Untuk hari yang khusyuk itu, untuk tuaian yang sudah dekat,
Perlengkapan Sorgawi; dan sekarang datang maju
Secara langsung, sebab didalam mereka Roh hidup,
Yang menyertai Tuhan mereka: Sorga membuka lebar [ 205 ]
Gerbang Gerbangnya yang tetap selama lamanya, bersuara Selaras
Yang diatas Engsel Engsel emas bergerak, untuk memberi jalan
Raja Kemuliaan dalam FirmanNya yang kuat kuasa
Dan Roh Yang datang untuk menciptakan Dunia Dunia baru.
Diatas tanah sorgawi Mereka berdiri, dan dari tepi pantai [ 210 ]
Mereka memandang Jurang Maut tak terukur yang amat luas
Mengamuk bagaikan Laut, gelap, penuh kehancuran, liar,
Naik dari dasar dihempaskan oleh angin angin mengamuk
Dan gelombang gelombang menerjang, bagai Gunung Gunung untuk menyerang
Ketinggian Sorga, dan mencampurkan Kutub dengan Pusat. [ 215 ]
Diam, kalian gelombang gelombang riuh, dan engkau Jurang Dalam, damai,
Demikian berkata Sang Firman Mahasegala, akhiri keributan kalian:
Tidak juga berdiam Diri, namun diatas Sayap Sayap Kerubim
Terangkat tinggi, berkendara dalam Kemuliaan Bapa
Jauh kedalam Kekacauan, dan Dunia yang masih belum dilahirkan; [ 220 ]
Sebab Kekacauan mendengar suaranya: Dia segala IringanNya
Mengikuti dalam iring iringan terang untuk melihat
Penciptaan, dan segala keajaiban keperkasaanNya.
Lalu berhenti diam Roda Roda yang menyala, dan di tanganNya
Dia mengambil Jangka emas, yang dipersiapkan [ 225 ]
Dalam simpanan Abadi Allah, untuk memberi batas
Alam Semesta ini, dan segala sesuatu yang diciptakan:
Satu kaki dipusatkanNya, dan yang lainnya diputar
Mengelilingi melalui kegelapan dalam yang amat luas,
Dan berkata, sejauh ini membentang, sejauh ini batas batasmu, [ 230 ]
Ini Ukuranmu yang ditetapkan, Oh Dunia.
Demikian Allah menciptakan Langit, demikian juga Bumi,
Bahan yang belum terbentuk dan kosong: Kegelapan dalam
Menutupi Jurang Dalam: namun diatas ketenangan air
Sayap sayapNya yang melayang membentang Roh Allah, [ 235 ]
Dan daya kekuatan hidup dimasukkan, dan kehangatan kehidupan
Melalui Tumpukan cair itu, namun kebawah dimurnikan
Ampas ampas Neraka dingin yang keras kasar dan hitam
Yang berlawanan terhadap kehidupan: lalu dibentuk, lalu dibentuk membulat
Yang mirip satu dengan yang lainnya, yang lainnya ke beberapa tempat [ 240 ]
Dipisahkan, dan diantara mereka muncul keluar Udara,
Dan Bumi yang seimbang dengan sendirinya bergantung pada Pusatnya.
Jadilah Terang, berfirmanlah Allah, dan segera Terang
Sorgawi, yang sulung dari segala sesuatu, kodrat murni
Bangkit dari Jurang Dalam, dan dari Timur Asalnya [ 245 ]
Untuk berperjalanan melalui kekelaman udara itu memulai,
Dilingkarkan dalam sebuah Awan terang benderang, sebab Matahari masih
Belum ada; ia dalam sebuah Kemah berawan
Berdiam sebentar. Allah melihat bahwa Terang itu baik adanya;
Dan terang dari kegelapan oleh Separuh Lingkar [ 250 ]
Dibagi: Terang itu Siang, dan Kegelapan sebagai Malam
DinamaiNya. Demikianlah pada Hari pertama Sore dan Pagi:
Tidak juga ia berlalu tanpa dirayakan, tidak juga tanpa dinyanyikan
Oleh Para Paduan Suara Sorgawi, ketika Cahaya Timur
Pertama menghembus keluar dari Kegelapan mereka lihat; [ 255 ]
Hari lahir Langit dan Bumi; dengan sukacita dan sahutan
Mereka mengisi Lingkar Alam Semesta yang hampa,
Dan menyentuh Kecapi Kecapi Emas mereka, dan berkidung memuji
Allah dan segala pekerjaan tanganNya, sebagai Pencipta mereka menyanyikanNya,
Baik ketika Sore pertama kali ada, dan ketika Pagi pertama kali. [ 260 ]
Lagi, Allah berfirman, jadilah Cakrawala
Ditengah air, dan biarlah ia memisahkan
Perairan dari perairan: dan Allah membuat
Cakrawala, hamparan cair, murni,
Tembus pandang, Zat Dasar Udara, diresapkan [ 265 ]
Dalam lintasan mencapai hingga cekungan terluar
Lingkar Dunia yang besar ini: pemisah yang kokoh dan pasti,
Segala air yang di bawah dari yang diatas
Memisah: sebab sebagaimana Bumi, demikian juga Dia akan Dunia
Dibangunnya diatas Perairan tenang yang mengelilingi, dalam lebarnya [ 270 ]
Samudera Kristal, dan kegaduhan nyaring
Kekacauan jauh dipindahkan, agar jangan terjangan hawa ganas
Yang sambung menyambung mungkin mengganggu seluruh rangka:
Dan Langit dinamaiNya Cakrawala itu: demikian pada Sore
Dan Pagi Paduan Suara menyanyikan Hari kedua. [ 275 ]
Bumi sudah berbentuk, namun masih dalam Rahim
Perairan, Janin belum berbentuk tergantung,
Belum muncul: diseluruh muka Bumi
Samudera Raya mengalir, tidak diam saja, namun dengan kehangatan
Cairan subur melembutkan seluruh Lingkarnya, [ 280 ]
Menyuburkan sang Ibu agung untuk mengandung,
Penuh padat dengan kelembapan menyuburkan, ketika Allah berfirman
Berkumpullah sekarang kalian segala Perairan dibawah Langit
Menuju satu tempat, dan biarlah Tanah kering muncul.
Dengan segera Gunung Gunung besar muncul [ 285 ]
Bangkit, dan punggung punggung telanjang lebar mereka terangkat
Hingga mencapai Awan Awan, puncak puncak mereka menaiki Langit:
Demikian tingginya juga terangkat Bukit Bukit tegak, demikian rendah
Tenggelam ke bawah sebuah dasar hampa lebar dan dalam,
Bejana Perairan yang menampung: kesana mereka [ 290 ]
Bergegas dengan pencurahan senang, bergulung keatas
Bagai titik titik air yang di debu membulat dari yang kering;
Sebagian bangkit dalam bentuk Dinding kristal, atau tonjolan langsung,
Karena bergegas; pelarian sedemikian perintah agung itu mengakibatkannya
Atas banjir banjir riuh: bagaikan Balatentara saat panggilan [ 295 ]
Sangkakala (sebab mengenai Balatentara sudah engkau dengar)
Berkelompok pada Panji mereka, demikian juga gerombolan air,
Gelombang bergulung atas Gelombang, di jalan manapun yang mereka temui,
Jikalau curam, dengan terjangan deras, jika melalui Dataran,
Melandai lembut; tidak juga menahan mereka Batu maupun Bukit, [ 300 ]
Namun mereka, atau dibawah tanah, atau jalur lebar
Dengan kelokan bagai Ular berkelana, menemukan jalan mereka,
Dan atas lumpur basah menjejakkan Saluran Saluran dalam;
Mudah saja, Allah telah menyuruh tanah menjadi kering,
Semua namun yang dalam segala perairan itu, dimana Sungai Sungai sekarang [ 305 ]
Mengalir, dan terus menerus menarik kumpulan lembap mereka.
Tanah kering, Bumi, dan bejana besar
Perairan yang berkumpul dinamaiNya Lautan:
Dan melihat bahwa ia baik adanya, dan berfirman, Biarlah Bumi
Menumbuhkan Rumpur hijau, Biji Bijian yang menghasilkan Daun, [ 310 ]
Dan Pohon Buah yang menghasilkan Buah menurut jenisnya;
Yang Bijinya ada dalam dirinya sendiri diatas Bumi.
Dia baru saja berfirman, ketika Bumi yang terlanjang, hingga saat itu
Padang pasir dan kosong, tidak indah dipandang, tidak dihias,
Menumbuhkan Rumput yang lembut, yang kerimbunannya menutupi [ 315 ]
Wajah Semestanya dengan kehijauan yang menyenangkan,
Lalu Tanam Tanaman akan segala jenis daun, yang tiba tiba berbunga
Membuka bermacam warna warni mereka, dan menyemarakkan
Pangkuannya dengan wangi wangian manis: dan mereka ini baru saja mekar,
Maju tumbuh tebal Pokok Anggur yang bergerombol, maju menjalar [ 320 ]
Labu yang harum, naik berdiri Teberau yang runcing
Berbaris tempur di ladangnya: dan Semak yang rendah,
Dan Belukar dengan rambut kusut masai: terakhir
Bangkit bagai dalam Tarian segala Pepohonan yang megah, dan menyebarkan
Cabang cabang mereka yang bergantungkan Buah amat banyak; atau ditaburi [ 325 ]
Bunga mereka: dengan pepohonan tinggi bukit bukit dimahkotai,
Dengan kumpulan tanaman lembah lembah dan tiap sisi mata air,
Dengan batas batas sepanjang Sungai Sungai. Sehingga Bumi sekarang
Tampak bagaikan Sorga, sebuah tempat dimana Para illah boleh berdiam,
Atau berkelana dengan senang hati, dan suka mengunjungi [ 330 ]
Hutan hutannya yang suci: walau Allah belum menurunkan hujan
Diatas Bumi, dan manusia untuk merawat tanah
Belum ada satupun, namun dari Bumi sebuah Kabut berembun
Pergi naik dan mengairi seluruh tanah, dan tiap
Tanaman di ladang, dimanapun adanya di Bumi [ 335 ]
Diciptakan Allah, dan tiap Tanaman, sebelum ia tumbuh
Di batang hijau; Allah melihat bahwa ia baik adanya.
Demikianlah Sore dan Pagi dicatat pada Hari Ketiga.
Lagi Sang Mahakuasa berfirman: Jadilah Benda Benda Penerang
Tinggi di bentangan Langit untuk membagi [ 340 ]
Siang dari Malam; dan biarlah mereka menjadi Tanda Tanda,
Untuk Musim, dan untuk Hari, dan Tahun yang silih berganti,
Dan biarlah mereka menjadi Penerang seperti Kutetapkan
Tugas mereka di Cakrawala Sorga
Untuk memberi Cahaya keatas Bumi; dan demikian adanya. [ 345 ]
Dan Allah menciptakan dua Penerang besar, besar akan kegunaan mereka
Kepada Manusia, yang lebih besar untuk menguasai Siang,
Yang lebih kecil bergantian pada Malam: dan menciptakan Bintang Bintang,
Dan meletakkan mereka di Cakrawala Sorga
Untuk menyinari Bumi, dan menguasai Siang [ 350 ]
Dalam pertukaran mereka, dan menguasai Malam,
Dan Terang dari Kegelapan dipisahkan. Allah melihat,
Mengamati Karya agungNya, bahwa ia baik adanya:
Sebab akan Wujud Wujud Sorgawi pertama Matahari
Sebuah Lingkar perkasa dirangkaiNya, tidak bercahaya pada mulanya, [ 355 ]
Walau dari Zat Sorgawi: lalu membentuk Bulan
Bulat, dan tiap kebesaran Bintang Bintang,
Dan menabur dengan Bintang Bintang di Sorga tebal bagaikan sebuah ladang:
Akan Terang yang merupakan bagian lebih besar diambilNya,
Ditanam dari Persemayaman berawanNya, dan meletakkannya [ 360 ]
Dalam Lingkar Matahari, yang dibuat berlobang lobang untuk menerima
Dan meminum Terang cair itu, kokoh untuk menyimpankan
Sinar sinarnya yang terkumpul, suatu Istana agung Cahaya saat itu.
Kesana bagaikan ke Sumber mereka Bintang Bintang lain
Memperbaiki diri, dalam Guci Guci emas mereka mengambil Cahaya, [ 365 ]
Dan dari sana Planet Timur itu menghias tanduk tanduknya;
Melalui warna atau pantulan mereka menambahkan
Jenis cahaya kecilnya sendiri, walau dari pandangan manusia
Begitu jauh disana, dengan ukuran kecil terlihat.
Pertama di Timurnya Dian mulia itu tampak, [ 370 ]
Penguasa Hari, dan sekeliling Cakrawala
Menyediakan dengan Sinar Sinar terang, senang untuk berlari pada
Panjang jalurnya melalui jalur tinggi Langit: kelabu
Ufuk, dan Pleiades dihadapannya menari
Melepaskan pengaruh manis: kurang bercahaya Bulan, [ 375 ]
Namun berseberangan di Barat yang rata ditetapkan
Sebagai cerminnya, dengan wajah utuh meminjam Cahayanya
Darinya, sebab akan terang lain tidak diperlukannya
Dalam hal itu, dan tetap jarak itu dijaga
Hingga malam, hingga di Timur gilirannya bersinar, [ 380 ]
Berputar atas Sumbu Sorga yang besar, dan Pemerintahannya
Dengan beribu ribu Terang Terang yang lebih kecil berbagi dipegang,
Dengan beribu ribu kali beribu ribu Bintang Bintang, yang saat itu muncul
Menaburi Separuh Lingkar Langit: Yang saat itu pertama kali dihias
Dengan Cahaya Cahaya terang mereka yang Terbit dan Bangkit, [ 385 ]
Sore yang senang dan Pagi yang senang memahkotai hari keempat.
Dan Allah berfirman, biarlah segala Perairan menghasilkan
Hewan melata dengan Anak Anaknya amat banyak, Jiwa yang hidup:
Dan biarlah Burung terbang diatas Bumi, dengan sayap sayap
Ditunjukkan pada Cakrawala Langit yang terbuka. [ 390 ]
Dan Allah menciptakan Ikan Paus yang besar, dan tiap
Jiwa yang hidup, tiap yang melata, yang dengan banyak
Perairan menghasilkannya menurut jenis mereka,
Dan tiap Burung bersayap menurut jenisnya;
Dan melihat bahwa ia baik adanya, dan memberkati mereka, sambil berkata, [ 395 ]
Beranakcuculah, bertambah banyak, dan di Samudera
Dan Danau Danau dan Sungai Sungai yang mengalir penuhilah segala air;
Dan biarlah Burung bertambah banyak di atas Bumi.
Segera Danau dan Lautan, tiap Muara dan Teluk
Dengan Ikan Muda tak terhitung jumlahnya melimpah, dan Segala Kumpulan [ 400 ]
Ikan yang dengan Sirip dan Sisik berkilau mereka
Meluncur dibawah Ombak hijau, dalam Kumpulan yang seringkali
Mengerubuti tengah Laut: sebagian sendirian atau dengan kawan
Merumputi rumput Laut sebagai penggembalaan mereka, dan melalui Taman Taman
Koral berkeliaran, atau bermain main dengan lirikan cepat [ 405 ]
Menunjukkan kepada Matahari jubah berombak mereka dibintiki dengan Emas,
Atau dalam cangkang Mutiara mereka bersantai, memperhatikan
Zat makanan lembap, atau dibawah Karang Karang akan makanan mereka
Dalam Zirah bersendi mengawasinya: dalam kelembutan Anjing Laut,
Dan Lumba Lumba yang melengkung bermain: sebagian bertubuh besar [ 410 ]
Berendam tanpa tergoyahkan, amat besar Rengkuhannya
Membadaikan Samudera: disana Lewiatan
Yang terbesar diantara segala Mahluk hidup, di Laut Dalam
Terbentang bagaikan sebuah Semenanjung baik tidur maupun berenang,
Dan tampak bagaikan sebuah Daratan yang bergerak, dan di Sisik Sisiknya [ 415 ]
Menarik masuk, dan dari Belalainya menyemburkan keluar sebuah Laut.
Sementara itu di Gua Gua hangat, dan Rawa dan pantai
Keturunan mereka sama banyaknya menetas, dari Telur yang segera
Merekah dengan retakan alami menampilkan keluar
Anak anak yang belum bisa terbang, namun segera berbulu dan bersayap [ 420 ]
Mereka melengkapi seluruh Bulu mereka, dan menerbangi tinggi udara lembut
Dengan pekikan menghinakan tanah, dibawah sebuah awan
Dalam pandangan mata; disana Elang dan Stork
Diatas Bukit Bukit dan puncak Pohon Cedar membangun Sarang mereka:
Sebagian dengan santai menerbangi Daerah itu, sebagian lebih bijak [ 425 ]
Bersama sama, berbaris dalam suatu bentuk menembus jalur mereka,
Cerdas akan musim musim, dan melancarkan maju
Rombongan Udara mereka tinggi diatas Laut
Terbang, dan diatas Daratan dengan sayap bersama
Memudahkan penerbangan mereka; demikian mengarah Bangau berhati hati [ 430 ]
Perjalanan tahunannya, dibawa diatas Angin Angin; Udara,
Mengawang, saat mereka lewat, dikipasi dengan bulu bulu tak terhitung jumlahnya:
Dari Cabang ke Cabang Burung Burung terkecil dengan lagu
Menghibur Hutan Hutan, dan merentangkan sayap sayap warna warni mereka
Hingga Sore, tidak juga saat itu Jalak yang khusyuk [ 435 ]
Berhenti berkicau, namun sepanjang malam menadakan lagu lembutnya:
Yang lain di Danau Danau Keperakan dan Sungai Sungai Memandikan
Dada mereka yang berbulu; Angsa dengan leher Melengkung
Diantara sayap sayap putihnya berjubah dengan bangga, Mengayuhkan
Pembawaannya dengan kaki berdayung: namun sering mereka meninggalkan [ 440 ]
Air, dan bangkit naik dengan Sayap Sayap kaku, memuncaki
Langit Udara tengah: Yang lainnya diatas tanah
Berjalan kokoh; Ayam Jantan berjengger yang sahutan nyaringnya menyuarakan
Jam jam sunyi, dan yang lainnya yang Rombongan semaraknya
Menghiasinya, diawarnai dengan warna warna Meriah [ 445 ]
Pelangi dan Mata Mata Berbintang. Demikian segala Perairan
Dipenuhi Ikan Ikan, dan Udara, dengan Burung Burung,
Sore dan Pagi mengkhusyukkan hari Kelima.
Keenam, dan akan Penciptaan yang terakhir bangkit
Dengan Kecapi Kecapi Sore dan Doa Pagi, ketika Allah berfirman, [ 450 ]
Biarlah Bumi mengeluarkan Jiwa hidup menurut jenis masing masing,
Ternak dan segala yang Merayap, dan Hewan Bumi,
Masing masing menurut jenisnya. Bumi mematuhi, dan segera
Membuka Rahim suburnya menghasilkan dalam suatu Kelahiran
Mahluk Mahluk hidup tak terhitung jumlahnya, wujud wujud yang utuh, [ 455 ]
Berkaki tangan dan tumbuh dewasa: keluar dari tanah bangkit
Bagai dari Sarangnya Hewan liar dimana ia berdiam
Di Hutan liar, di Semak, Rerimbunan, atau Sarang;
Diantara Pepohonan dengan Berpasangan mereka bangkit, mereka berjalan:
Ternak di Ladang Ladang dan Padang Padang hijau: [ 460 ]
Yang itu jarang dan bersendirian, yang ini dalam kawanan kawanan
Merumput sekaligus, dan dalam Kumpulan luas bangkit naik.
Ladang Ladang berumput itu lalu Beranak Sapi, sekarang setengah tampak
Singa yang Kekuningan, mencakar cakar untuk membebaskan
Bagian belakangnya, lalu menerjang bagai bebas dari Belenggu Belenggu, [ 465 ]
Dan Meliar mengibaskan surainya yang Bergaris; Kucing Hutan,
Macan Tutul, dan Harimau, bagai Tikus Tanah
Bangkit, Tanah yang hancur dilemparkan diatas mereka
Di Bukit Bukit; Babi Hutan yang tangkas dari bawah tanah
Mengangkatkan kepalanya yang bercabang: baru saja dari cetakannya [ 470 ]
Behemoth yang terbesar lahir dari Bumi mengangkat naik
Keluasannya: Menggugurkan Kawanan Kawanan Hewan dan mengembik bangkit,
Bagaikan Tanaman: hidup di dua tempat antara Laut dan Darat
Kuda Nil dan Buaya yang bersisik.
Sekaligus datang maju segala yang melata di tanah, [ 475 ]
Serangga maupun Cacing; mereka yang itu melambaikan kipas rampingnya
Sebagai sayap, dan Makanan terkecil dihisapi
Dalam segala Semarak yang dipakai sebagai kebanggaan Musim Panas
Dengan bintik bintik Emas dan Ungu, biru langit dan hijau:
Mereka yang ini bagaikan segaris ukuran panjang mereka digambarkan, [ 480 ]
Menggarisi tanah dengan jejak melekuk; tidak semuanya
Berukuran kecil secara Alamiah; sebagian dari jenis Ular
Ajaib panjangnya dan dengan kemegahan bergulung
Lipatan Ular mereka, dan ditambah dengan sayap. Pertama merayap
Semut yang hemat, penuh penyediaan [ 485 ]
Akan masa depan, dalam ruang kecil hati yang besar terbungkus,
Pola kesamaan yang adil barangkali
Sesudah ini, tergabung dalam Suku Suku rakyatnya
Sebagai Persemakmuran: bergerombol selanjutnya muncul
Lebah Betina yang memberi makan Suaminya Berdengung [ 490 ]
Dengan nikmat, dan membangun Ruang Ruang lilinnya
Dengan Madu disimpan: sisanya tak terhingga,
Dan engkau mengetahui Kodrat mereka, dan memberi mereka Nama,
Tidak usah kepadamu diulangi; tidak juga tak diketahui
Sang Ular Hewan paling cerdik diantara segala yang di darat, [ 495 ]
Akan bentangan besar terkadang, dengan Mata Mata lantang
Dan Surai berambut mengerikan, walau kepadamu
Tidak lancang, namun taat pada panggilanmu.
Saat itu Sorga dalam segala Kemuliaannya bersinar, dan memutarkan
Gerakan gerakannya, saat tangan Penggerak pertama yang agung [ 500 ]
Pertama kali menggulirkan jalur mereka; Bumi dalam pakaian megahnya
Utuh tersenyum penuh keindahan; Udara, Air, Bumi,
Oleh Burung, Ikan, Hewan, diterbangi, direnangi, dijalani
Dalam jumlah besar; dan akan hari Keenam masih tersisa;
Masih kurang karya Agung, akhir [ 505 ]
Dari segalanya masih belum terlaksana; seorang Mahluk yang tidak membungkuk
Dan Liar seperti Mahluk Mahluk lainnya, namun dikaruniakan
Kekudusan Akal Budi, boleh mendirikan tegak
Sosoknya, dan teguh dengan Dahi tenang
Memerintah diatas yang lainnya, mengetahui diri sendiri, dan dari sana [ 510 ]
Berjiwa besar untuk berhubungan dengan Sorga,
Namun tahu berterima kasih untuk mengakui darimana kebaikannya
Turun, kesana dengan hati dan suara dan mata
Diarahkan dalam Ketaatan, untuk memuja
Dan menyembah Allah Tertinggi, yang membuatnya sebagai kepala [ 515 ]
Dari segala karyanya: maka Sang Mahakuasa
Bapa Kekal (Sebab dimanakah Dia tidak
Hadir) demikian kepada AnakNya berkata dengan jelas.
Marilah sekarang kita menjadikan Manusia dalam gambar dan rupa Kita, Manusia
Dalam keserupaan dengan Kita, dan biarlah mereka memerintah [ 520 ]
Atas Ikan dan Burung di Laut dan Udara,
Hewan di Darat, dan diatas segala Bumi,
Dan segala hewan melata yang melata diatas tanah.
Ini difirmankanNya, Dia membentukmu, Adam, engkau Oh Manusia
Debu dari tanah, dan kedalam hidungmu dihembuskan [ 525 ]
Nafas Kehidupan; dalam Gambar dan RupaNya Sendiri Dia
Menciptakanmua, dalam Gambar dan Rupa Allah
Nyata, dan engkau menjadi Jiwa yang hidup.
Laki laki diciptakanNya engkau, namun pasanganmu
Perempuan untuk Keturunan; lalu memberkati Umat Manusia, dan berfirman, [ 530 ]
Beranak cuculah, bertambah banyak, dan penuhilah Bumi,
Taklukkanlah, dan peganglah Kekuasaan sepenuhnya
Atas Ikan di Laut, dan Burung di Udara,
Dan setiap mahluk hidup yang bergerak diatas Bumi.
Dimanapun diciptakan, sebab belum ada tempat [ 535 ]
Yang dikhususkan dengan nama, dari sana, sebagaimana kauketahui
Dia membawamu kedalam Taman penuh nikmat ini,
Taman ini, ditanam dengan Pohon Pohon Allah,
Yang nikmat dipandang dan dikecap;
Dan bebas segala buah buahan menyenangkan mereka sebagai makanan [ 540 ]
Diberikan kepadamu, segala jenis ada disini yang dihasilkan oleh Bumi,
Keragaman tanpa akhir; namun akan Pohon
Yang dikecap memberikan pengetahuan akan yang Baik dan yang Jahat,
Engkau tidak boleh; pada hari engkau memakannya, engkau akan mati;
Mautlah hukuman yang ditetapkan, berhati hatilah, [ 545 ]
Dan kuasai dengan baik seleramu, agar jangan dosa
Mengejutkanmu, dan pengiring hitamnya Maut.
Disini Dia selesai, dan segala yang telah diciptakanNya
Dipandang, dan melihat bahwa semuanya itu baik adanya;
Demikian Sore dan Pagi menyelesaikan hari Keenam: [ 550 ]
Namun tidak sebelum Sang Pencipta dari pekerjaanNya
Berhenti, walau tidak menjadi lelah, keatas kembali
Naik ke Sorga segala Sorga tempat kediamanNya yang agung,
Dari sana untuk memandang Dunia yang baru diciptakan ini
Sebagai tambahan KemaharajaanNya, bagaimana tampaknya [ 555 ]
Dalam pemandangan dari TahtaNya, betapa baiknya, betapa indahnya,
Menjawab Gagasan agungNya. Keatas Dia berkendara
Diikuti dengan seruan dan suara
Paduan musik selaksa Kecapi yang menadakan
Keselarasan Malaikat: Bumi, Udara, [ 560 ]
Bergema, (engkau mengingat sebab engkau mendengarnya)
Segala Sorga dan seluruh Rasi Bintang berdering,
Planet Planet di penempatan mereka berdiri mendengar,
Sementara Semarak terang naik penuh kegembiraan.
Terbukalah, kalian Gerbang Gerbang abadi, mereka bernyanyi, [ 565 ]
Terbukalah, kalian Segala Sorga, pintu pintumu yang hidup; persilakanlah masuk
Sang Pencipta agung dari pekerjaanNya kembali
Penuh Kemegahan, Enam hari pekerjaanNya, sebuah Dunia;
Terbukalah, dan sejak ini akan sering demikian; sebab Allah akan rela
Mengunjungi dengan sering kediaman Orang Orang benar [ 570 ]
Dengan senang, dan dengan hubungan sering
Kesana akan mengirim Utusan Utusan bersayapNya
Dalam tugas tugas Karunia tinggi. Demikian bernyanyi
Rombongan penuh kemuliaan yang naik: Dia melalui Sorga,
Yang membuka lebar Pintu Pintunya yang menyala nyala, dibawa [ 575 ]
Menuju bait Allah yang Abadi menunjukkan jalannya,
Sebuah jalan yang lebar dan luas, yang debunya adalah Emas
Dan jalannya Bintang Bintang, bagai Bintang Bintang bagimu tampaknya,
Terlihat di Tata Surya, jagat Bimasakti itu
Yang setiap malam sebagai sebuah Daerah melingkar kaulihat [ 580 ]
Yang dibubuki dengan Bintang Bintang. Dan sekarang di Bumi yang Ketujuh
Sore bangkit di Eden, sebab Matahari
Telah ditetapkan, dan terang dari Timur datang,
Mendahului Malam; tatkala diatas gunung kudus
Sorga pada puncaknya yang terletak tinggi, Tahta Kemaharajaan [ 585 ]
KeAllahan, ditetapkan selamanya teguh dan kokoh,
Sang Kuasa Anak tiba, dan mendudukkan Diri
Bersama BapaNya yang agung (sebab Dia juga pergi
Tanpa terlihat, namun tetap tinggal juga, keuntungan sedemikian
Dimilki Kemahahadirat) dan pekerjaan tersebut ditetapkan, [ 590 ]
Asal dan akhir dari segala sesuatu, dan dari pekerjaan itu
Sekarang beristirahat, memberkati dan menguduskan hari Ketujuh,
Seakan beristirahat pada hari itu dari segala pekerjaannya,
Namun tidak dalam kesunyian kekudusan dijaga; Kecapi
Terus bekerja dan tidak beristirahat, Pipa yang khusyuk, [ 595 ]
Dan Dulcimer, seluruh Alat Musik dengan suara manis,
Semua bunyi Gesekan oleh Tali atau Kawat Emas
Menghasilkan Nada Nada lembut, bercampur dengan Suara
Paduan Suara atau Kesatuan; akan kemenyan Awan Awan
Berasap dari Pengasap Pengasap Emas menyembunyikan Gunung itu. [ 600 ]
Penciptaan dan segala tindakan Keenam hari itu mereka nyanyikan,
Besar segala pekerjaan tanganMu, YHWH, tanpa akhir
KuasaMu; pikiran apa bisa mengukurMu atau lidah
MenceritakanMu; lebih agung sekarang sekembalimu
Daripada dari Para Malaikat Raksasa; Engkau pada hari itu [ 605 ]
Membesarkan PetirMu; namun untuk menciptakan
Lebih besar daripada diciptakan untuk menghancurkan.
Siapa yang bisa mengurangiMu, Raja perkasa, atau membatasi
KemaharajaanMu? Dengan mudah usaha angkuh
Roh Roh murtad dan segala Nasehat mereka sia sia [ 610 ]
Telah Engkau pukul mundur, sementara dengan durhaka mereka berpikir
Untuk mengurangiMu, dan dariMu mengundurkan
Jumlah penyembah penyembahMu. Ia yang hendak
MengecilkanMu, melawan tujuannya melayani
Untuk menyatakan lebih lagi keperkasaanMu: kejahatannya [ 615 ]
Engkau gunakan, dan darinya menciptakan lebih banyak kebaikan.
Saksikanlah Dunia yang baru diciptakan ini, sebuah Sorga lainnya
Dari Gerbang Sorga tidak jauh, terletak dalam pandangan
Di Hyaline yang jernih, Lautan Kaca itu;
Akan kebesarannya hampir amat sangat besar, dengan Bintang Bintang [ 620 ]
Banyak jumlahnya, dan setiap Bintang mungkin sebuah Dunia
Sebagai tujuan tempat tinggal; namun Engkau mengetahui
Musim musim mereka: diantara semua ini kediaman manusia,
Bumi dengan Lautan dibawahnya dibatasi,
Tempat kediaman mereka yang menyenangkan. Tiga kali bahagia manusia, [ 625 ]
Dan anak anak manusia, yang telah Allah demikian memajukan mereka,
Diciptakan dalam Gambar dan RupaNya, disana untuk berdiam
Dan menyembahNya, dan sebagai upahnya untuk memerintah
Atas segala KaryaNya, diatas Bumi, di Laut, atau Udara,
Dan bertambah banyak sebuah Bangsa Penyembah [ 630 ]
Kudus dan benar: tiga kali bahagia jika mereka mengenal
Kebahagiaan mereka, dan tetap berusaha berdiri benar.
Demikian bernyanyi mereka, dan Sorga Tertinggi berdering,
Dengan Haleluya: Demikianlah Hari Sabat dijaga.
Dan permintaanmu anggaplah sekarang dipenuhi, yang menanyakan [ 635 ]
Bagaimana pertama kali Dunia ini dan rupa segala sesuatu bermula,
Dan apa yang sebelum ingatanmu dilakukan
Dari permulaan, agar keturunanmu
Diberitahukan olehmu boleh tahu; jika yang lain engkau cari
Apapun juga, tidak melewati pengertian manusia, katakanlah. [ 640 ]

Akhir Buku Ketujuh.

Paradise Lost - Buku Kesembilan

Paradise Lost - Terjemahan oleh Adot

BUKU 9
KISAH
Setan setelah mengelilingi Bumi, dengan tipudaya yang direncanakan kembali sebagai sebuah kabut pada Malam kedalam Firdaus, masuk kedalam Ular yang sedang tertidur. Adam dan Hawa pada Pagi pergi menuju pekerjaan mereka, yang Hawa mengajukan untuk berpisah di beberapa tempat, masing masing bekerja terpisah: Adam tidak menyetujui, menyatakan bahaya, agar jangan sang Musuh, yang akannya mereka diperingatkan sebelumnya, boleh mencoba menemukan perempuan itu sendirian: Hawa tidak ingin dikira tidak waspada atau cukup teguh, mendorong dirinya pergi sendirian, sebab lebih berhasrat mencobai kekuatannya; Adam akhirnya menyerah: Sang Ular menemukannya sendiri; pendekatannya yang cerdik, pertama memandang, lalu berbicara, dengan banyak sanjungan meninggikan Hawa diatas segala Mahluk lain. Hawa bertanya tanya sebab mendengar sang Ular berbicara, bertanya bagaimana ia mencapai bahasa manusia dan pengertian yang sedemikian yang tidak ada padanya hingga saat itu; sang Ular menjawab, bahwa dengan mengecap dari suatu Pohon tertentu didalam Taman ia mendapatkan baik Bahasa maupun Akal Budi, yang hingga saat itu kosong akan kedua hal itu: Hawa menghendakinya untuk membawanya ke Pohon tersebut, dan menemukannya adalah Pohon Pengetahuan yang terlarang: Sang Ular saat itu menjadi lebih lantang, dengan banyak tipudaya dan kisah menyebabkan perempuan itu pada akhirnya memakan; ia disenangkan dengan rasa tersebut merenungkan sejenak apakah untuk memberikannya pada Adam atau tidak, pada akhirnya membawakan laki laki itu Buah tersebut, dan menceritakan apa yang meyakinkannya untuk memakan darinya: Adam pada mulanya terkejut, namun melihat bahwa perempuan itu telah terhilang, menetapkan diri melalui hasrat cinta untuk binasa bersamanya; dan memperluas pelanggaran tersebut, makan juga dari Buah tersebut: Segala Akibat karenanya dalam diri mereka berdua; mereka berusaha menutupi ketelanjangan mereka; lalu jatuh dalam perbantahan dan penuduhan satu sama lain.

Tiada lagi pembicaraan dimana Allah atau Malaikat Bertamu
Dengan Manusia, sebagaimana dengan Temannya, akrab terbiasa
Untuk duduk ramah, dan dengannya berbagi
Jamuan desa, mengizinkan untuknya sementara itu
Perbincangan salah tanpa dipersalahkan: Aku sekarang harus mengubah [ 5 ]
Nada nada tersebut menjadi Tragedi; ketidakpercayaan keji, dan pelanggaran
Tidak setia pada pihak Manusia, pemberontakan,
Dan ketidakpatuhan: Di pihak Sorga
Sekarang terasing, tersingkir dan jijik,
Kemarahan dan hardikan sepantasnya, dan penghakiman diberikan, [ 10 ]
Yang membawa kedalam Dunia ini sebuah dunia celaka,
Dosa dan bayangnya Maut, dan Kesengsaraan
Pembawa Maut: Tugas menyedihkan, namun kisah
Yang tidak kurangnya namun lebih Bersifat Kepahlawanan daripada murka
Achilles yang keras atas Seterunya mengejar [ 15 ]
Tiga kali Buronan disekeliling Dinding Troy; atau amuk
Turnus bagi Lavinia yang diceraikan,
Atau kemarahan Neptun atau Juno, yang hingga begitu lama
Membingungkan Orang Yunani itu dan juga Anak Cytherea;
Jikalau jawaban memuaskan bisa kudapatkan [ 20 ]
Dari Pelindung Sorgawiku, yang merelakan
Kunjungan malamnya yang tanpa diminta,
Dan membacakan padaku yang sedang tertidur, atau mengilhami
Dengan mudah Ayatku yang tak direncanakan sebelumnya:
Sebab pertama kali Perihal ini untuk Nyanyian Kepahlawanan [ 25 ]
Menyenangkanku setelah memilih lama, dan memulainya terlambat;
Tidak berkeinginan secara Alami untuk mencatatkan
Perang, disini satu satunya Pernyataan
Yang dianggap Bersifat Kepahlawanan, kemahiran utama untuk meneliti
Dengan kegaduhan lama dan melelahkan Para Kstaria dongeng [ 30 ]
Dalam Pertempuran yang diperkirakan; ketahanan yang lebih baiklah
Akan Kesabaran dan Kesyahidan Pahlawan
Yang tidak dinyanyikan; atau untuk menggambarkan Perlombaan dan Permainan,
Atau Peralatan beradu tombak, Segala Perisai yang berukir lambang,
Lambang Kebangsawanan di Perisai, Caparisons dan Kuda; [ 35 ]
Jubah Kuda dan Perlengkapan logam, Para Ksatria yang mengagumkan
Pada Peraduan dan Perlombaan; lalu menyelenggarakan Perjamuan
Yang disajikan di Balai oleh Para Pelayan, dan Para Kepala Pelayan;
Keahlian atau Kemahiran Seni atau Jabatan kecil artinya,
Bukan semua itu yang dengan pantas memberi nama Pahlawan [ 40 ]
Kepada Tokoh atau Syair. Diriku akan semua hal ini
Tidak berkeahlian maupun mempelajarinya, Pernyataan yang lebih agung
Masih ada, mencukupi dari dirinya sendiri untuk membangkitkan
Sebutan itu, kecuali usia yang terlalu tua, ata dingin
Udara, atau Tahun Tahun melembapkan sayapku yang terkembang [ 45 ]
Layu, dan banyak mereka bisa terjadi, jika semuanya dariku,
Bukan darinya yang membawakannya tiap malam ke Telingaku.
Matahari telah terbenam, dan mengikutinya Bintang
Hesperus, yang Tugasnya adalah untuk membawa
Senja atas Bumi, Penengah singkat [ 50 ]
Antara Siang dan Malam, dan sekarang dari ujung ke ujung
Setengah Lingkar Malam telah menudungi sekeliling Cakrawala:
Ketika Setan yang baru baru ini melarikan diri dari ancaman
Gabriel keluar dari Eden, sekarang lebih tahu
Dalam tipudaya yang direncanakan dan niat jahat, menghasratkan [ 55 ]
Kehancuran manusia, tanpa mempedulikan apapun yang mungkin menimpa
Lebih berat atas dirinya sendiri, tanpa takut kembali.
Saat Malam ia melarikan diri, dan saat Tengah Malam kembali.
Dari mengelilingi Bumi, berwaspada terhadap siang,
Sebab Uriel Wali Matahari menyerukan [ 60 ]
Masuknya ia, dan memperingati sebelumnya Kerubim
Yang bertugas menjaga; dari sana dengan penuh siksa diusir,
Masa tujuh Malam berturut turut ia berperjalanan
Dengan kegelapan, tiga kali Garis Equinox
Dikelilinginya, empat kali menyeberangi Rombongan Malam [ 65 ]
Dari Kutub ke Kutub, menjaluri tiap Garis Pembagi;
Pada malam kedelapan kembali, dan di Garis Batas berseberangan
Dari jalan masuk atau Penjagaan Kerubim, dengan menyelinap
Menemukan jalan yang tak diduga. Disana ada sebuah tempat,
Sekarang tiada, walau Dosa, bukan Waktu, pertama membawa perubahan itu, [ 70 ]
Dimana Tigris di kaki Firdaus
Menuju ke sebuah Teluk mengalir di bawah tanah, hingga sebagian
Memancar naik sebagai sebuah Mata Air dekat Pohon Kehidupan;
Kedalam bersama Sungai itu tenggelam, dan bersamanya naik
Setan bercampur dalam Kabut yang naik, lalu mencari [ 75 ]
Dimana berbaring bersembunyi; Laut telah ditelitinya dan Darat
Dari Eden diatas Pontus, dan Danau
Mæotis, naik melewati Sungai Ob;
Kebawah sejauh Antartic; dan panjangnya
Barat dari Orontes sampai ke Lautan yang dirintangi [ 80 ]
Di Darien, dari sana sampai ke Tanah dimana mengalir
Gangga and Indus: demikianlah Lingkar Dunia ini dijelajahinya
Dengan pencarian teliti; dan dengan pemeriksaan mendalam
Mempertimbangkan tiap Mahluk, yang mana dari semua
Paling memberi kesempatan menjalankan Tipudayanya, dan menemukan [ 85 ]
Ular Hewan paling cerdik dari semua di Darat.
Ia setelah pertimbangan panjang, tanpa kepastian
Segala pikiran yang berputar putar, keputusan akhirnya memilih
Alat yang sesuai, Bajingan paling cocok untuk tipudaya, yang didalamnya
Untuk dimasuki, dan segala pengaruh gelapnya disembunyikan [ 90 ]
Dari pandangan paling tajam: sebab didalam Ular yang licik,
Gerak gerik apapun tiada yang akan dengan curiga menandainya,
Sebagaimana dari kecerdasan dan kecerdikan alaminya
Muncul, yang didalam Hewan Hewan lainnya ketika diperhatikan
Keraguan mungkin terlahir mengenai kuasa Iblis [ 95 ]
Bergerak didalam yang melebihi indera hewan.
Demikian ia menetapkan diri, namun pertama tama dari duka di dalam
Gairahnya yang meletup dalam keluhan dicurahkan:
Oh Bumi, betapa bagaikan Sorga, jikalau tidak lebih disenangi
Lebih benar, Kedudukan lebih pantas bagi Para illah, sebagaimana dibangun [ 100 ]
Dengan pertimbangan kedua, membentuk kembali apa yang sudah tua!
Sebab Allah apa setelah yang lebih baik akan membangun yang lebih buruk?
Sorga di Bumi, ditarikan di sekelilingnya oleh Sorga Sorga lain
Yang bersinar, namun membawakan Dian Dian mereka yang melayani dengan terang,
Terang diatas Terang, bagimu satu satunya, sebagaimana tampaknya, [ 105 ]
Dalammu memusatkan segala sinar mereka yang berharga
Akan pengaruh yang suci: Sebagaimana Allah di Sorga
Adalah Pusat, namun meluas pada semua, demikian engkau
Berpusat menerima dari segala Lingkar itu; di dalammu,
Bukan dalam mereka sendiri, segala keunggulan mereka yang dikenal muncul [ 110 ]
Menghasilkan dalam Rempah, Tanaman, dan kelahiran lebih mulia
Mahluk Mahluk yang hidup dengan kehidupan bertahap
Pertumbuhan, Indera, Akal Budi, semuanya utuh pada Manusia.
Dengan kesenangan apa aku bisa menjalanimu seluruhnya,
Jika aku bisa bersukacita dalam apapun, pertukaran manis [ 115 ]
Bukit, dan Lembah, Sungai, Hutan, dan Dataran,
Saat ini Tanah, saat ini Laut, dan Pantai dengan Hutan dimahkotai,
Bebatuan, Sarang, dan Gua; namun aku dalam tiada satupun dari semua ini
Menemukan tempat atau perlindungan; dan semakin kulihat
Segala kesenangan di sekelilingku, semakin lebih lagi kurasakan [ 120 ]
Siksaan dalam diriku, seakan akan dari kepungan yang dibenci
Hal hal yang berlawanan; segala kebaikan bagiku menjadi
Kutuk, dan di Sorga akan jauh lebih buruklah keadaanku.
Namun bukan disini kucari, tidak dan bukan juga di Sorga
Untuk berdiam, kecuali dengan menguasai Yang Unggul di Sorga; [ 125 ]
Tidak juga berharap menjadi diriku yang kurang sengsara
Dengan apa yang kucari, namun yang lain untuk dibuat sedemikian
Sepertiku, walau dengan demikian lebih buruk bagiku kembali:
Sebab semata mata dengan menghancurkan aku menemukan kelegaan
Bagi segala pikiranku yang tanpa henti; dan menghancurkanNya, [ 130 ]
Atau memenangkan hal yang boleh menghasilkan kekalahanNya sepenuhnya,
Yang bagiNya semua ini diciptakan, semuanya ini akan segera
Mengikuti, sebagaimana padaNya terjalin dalam kesenangan maupun celaka,
Dalam celakalah: Agar kehancuran hebat boleh meluas:
Bagikulah kemuliaan satu satunya diantara [ 135 ]
Para Kuasa neraka, dalam satu hari merusakkan
Apa yang Dia Sang Mahakuasa dinamakan, enam Malam dan Hari
Berterusan menciptakannya, dan siapa yang tahu berapa lama
Sebelumnya telah merancangkannya, walaupun mungkin
Tidak lebih lama dari sejak aku dalam satu Malam membebaskan [ 140 ]
Dari perhambaan hina hampir setengah
Nama Malaikat, dan lebih tipis tertinggal gerombolan
Para pemujaNya: Dia agar dibalaskan,
Dan untuk memperbaiki jumlahNya yang demikian dikurangi,
Apakah kuasa sedemikian yang dihabiskan pada masa dulu sekarang gagal [ 145 ]
Untuk Menciptakan lebih banyak Malaikat, jikalau mereka setidaknya
Adalah Mahluk CiptaanNya, atau untuk lebih menghinakan kami,
Bertekad untuk memajukan kedalam ruang kami
Seorang Mahluk dibentuk dari Bumi, dan ia diberikan,
Ditinggikan dari asal mula yang begitu rendah, [ 150 ]
Dengan segala pampasan Sorgawi, pampasan kami: Apa yang dititahkanNya
DilakukanNya; Manusia diciptakanNya, dan untuknya dibangun
Megah Dunia ini, dan Bumi tempat kedudukannya,
Ia dinyatakan sebagai Tuan, dan, Oh penghinaan!
Ditaklukkan untuk pelayanan kepadanya sayap sayap Malaikat, [ 155 ]
Dan Pelayan Pelayan berapi api untuk menjaga dan merawat
Tugasan bumi mereka: Akan mereka ini penjagaannya
Kutakuti, dan untuk menghindari, demikian terbungkus dalam kabut
Uap tengah malam meluncur samar, dan mengorek
Di tiap Semak dan Rerimbunan, dimana mungkin boleh menemukan [ 160 ]
Sang Ular yang tertidur, yang dalam lipatan bergelutnya
Untuk menyembunyikanku, dan niat gelap kubawa.
Oh turun dengan hina! Bahwa aku yang sebelumnya beradu
Dengan Para illah untuk duduk tertinggi, sekarang terkungkung
Didalam seekor Hewan, dan bercampur dengan lendir hewani, [ 165 ]
Zat ini menitis dalam daging dan hewani,
Yang berhasrat mencapai ketinggian Keallahan;
Namun sampai mana tidak akan Hasrat dan Balas Dendam
Turun? Siapa yang berhasrat harus turun serendah
Sama tingginya ia naik, terbuka saat pertama atau terakhir [ 170 ]
Pada hal hal yang paling rendah. Balas Dendam, walau saat pertama manis,
Pahitlah sebelum lama kembali pada dirinya sendiri berbalik;
Biarlah; Aku tidak menganggapnya, agar ringan dengan baik tertuju,
Sebab Yang Lebih Tinggi aku tidak sanggup, atasnya yang selanjutnya
Memancing kedengkianku, Kesayangan baru ini [ 175 ]
Oleh Sorga, Manusia Tanah Liat ini, Anak penghinaan,
Yang untuk lebih menghina kami Penciptanya menaikkannya
Dari debu: Penghinaan dengan penghinaanlah paling baik dibalas.
Demikian berkata, melalui tiap Semak Lembap maupun Kering,
Bagaikan sebuah kabut hitam merayap rendah, ia meneruskan [ 180 ]
Pencarian tengah malamnya, dimana paling segera boleh ia temukan
Sang Ular: Ia sedang tertidur lelap segera ditemukannya
Dalam Lorong yang banyak gelutannya bergulung sendiri,
Kepalanya di tengah tengah, terisi penuh dengan tipudaya cerdik:
Belum berada dalam Bayang menakutkan atau Sarang mengerikan, [ 185 ]
Belum juga berdosa, namun diatas Rempah berumput
Tanpa takut dan tanpa ditakuti ia tidur: masuk dari Mulutnya
Sang Iblis masuk, dan indera hewaninya,
Dalam hati maupun kepala, dirasuki dan segera diilhami
Dengan tindakan kecerdasan; namun tidurnya [ 190 ]
Tidak diganggunya, menunggu diam diam datangnya Pagi.
Sekarang ketika Terang suci mulai terbit
Di Eden diatas Bunga Bungaan yang lembap, yang menafaskan
Kemenyan pagi mereka, ketika segala hal yang bernafas,
Dari Mezbah besar Bumi mengirim ke atas puji pujian senyap [ 195 ]
Kepada Sang Pencipta, dan HidungNya dipenuhi
Dengan Wangi menyenangkan, maju datang pasangan manusia
Dan menggabungkan Penyembahan suara mereka kepada Paduan Suara
Mahluk Mahluk yang tidak bersuara, selesai itu, berbagi
Musim, yang paling awal untuk Wewangian dan Udara paling manis: [ 200 ]
Lalu bersepakat bagaimana pada hari itu mereka boleh paling baik mengerjakan
Pekerjaan mereka yang bertambah: sebab banyak kerja mereka bertumbuh melebihi
Tangan tangan yang dikirim berdua untuk Berkebun begitu luasnya.
Dan Hawa pertama kepada Suaminya memulai demikian.
Adam, pastilah kita bekerja terus untuk merawat [ 205 ]
Taman ini, terus menjaga Tanaman, Rempah dan Bunga,
Tugas menyenangkan kita bersama, namun hingga lebih banyak tangan
Membantu kita, pekerjaan ini dibawah usaha kita bertambah,
Mewah oleh batasan; apa yang kita pada siang hari
Potong tumbuh berlebihan, atau pangkas, atau topang, atau ikat, [ 210 ]
Satu atau dua malam dengan pertumbuhan liar menertawakan
Perawatan hingga menjadi liar. Maka engkau sekarang sarankanlah
Atau dengar apa yang pada akalku pertama disarankan pikiran pikiranku,
Mari kita membagi pekerjaan kita, engkau kemana pilihan
Membawamu, atau dimana paling memerlukan, apakah untuk melingkarkan [ 215 ]
Woodbine mengelilingi Pohon ini, atau mengarahkan
Ivie yang mencengkram dimana hendak memanjat, sementara aku
Di Taman Mawar disana yang bercampur
Dengan Myrtle, menemukan apa yang boleh dirapikan sampai Siang Hari:
Sebab sementara begitu dekat satu sama lain maka seharian penuh [ 220 ]
Kita memilih tugas kita, apa herannya jika begitu dekatnya
Pandangan mencampuri dan senyum, atau benda baru
Menarik percakapan santai, yang mencampuri
Pekerjaan harian kita hingga sedikit hasilnya, walau dimulai
Awal, dan jam Makan Malam datang tak sepantasnya. [ 225 ]
Kepadanya dengan jawaban lembut Adam demikian membalas.
Hawa satu satunya, Rekan satu satunya, bagiku melebihi
Banding diatas segala Mahluk hidup yang tersayang,
Dengan baik engkau berusul, dengan baik segala pikiranmu bekerja
Bagaimana kita boleh paling baik menyelesaikan pekerjaan yang disini [ 230 ]
Allah telah menugaskan pada kita, tidak juga dariku akan lewat
Tanpa dipuji: Sebab tiada yang lebih indah bisa ditemukan
Dalam Perempuan, daripada untuk mempelajari tugas rumah tangga,
Dan pekerjaan baik dalam Suaminya didukung.
Namun tidak begitu ketatnya Tuhan kita menugaskan [ 235 ]
Pekerjaan, seolah olah menahan kita ketika kita memerlukan
Penyegaran, apakah makanan, atau pembicaraan berseling,
Makanan bagi pikiran, atau pertukaran manis ini
Pandangan dan senyum, sebab senyum dari Akal Budi mengalir,
Bagi hewan ditiadakan, dan bagi Kasih adalah makanan, [ 240 ]
Jangan mencintai tujuan paling rendah hidup manusia.
Sebab bukan untuk kerja keras melelahkan, namun untuk kesenangan
Dia telah menciptakan kita, dan kesenangan bersama Akal Budi bergabung.
Segala jalan dan Taman ini tidak usah diragukan tangan bersama kita
Akan menjaganya dari Keliaran dengan mudah, selebar [ 245 ]
Kita perlu menjalaninya, hingga tangan tangan yang lebih muda sebelum lama
Membantu kita: Namun jikalau banyak percakapan mungkin
Engkau kenyang, kehilangan sementara bisa kuberikan.
Sebab kesendirian terkadang adalah pergaulan terbaik,
Dan pengunduran singkat mendorong kembalinya dengan manis. [ 250 ]
Namun keraguan lain menguasaiku, agar jangan bahaya
Menimpamu yang terpisah dariku; sebab kautahu
Apa yang telah diperingatkan pada kita, Seteru jahat apa
Mendengki kebahagiaan kita, dan akan kebahagiaannya sendiri
Berputus asa, hendak membawakan kita celaka dan aib [ 255 ]
Melalui serangan licik; dan di suatu tempat yang dekat
Mengamati, tiada ragu lagi, dengan harapan tamak untuk menemukan
Keinginan dan keuntungan terbaiknya, kita terpisah,
Tanpa harapan ia untuk menjatuhkan kita bersama, dimana masing masing
Kepada yang lainnya pertolongan sigap boleh memberikannya saat diperlukan; [ 260 ]
Apakah rancangan utamanya untuk menarik
Kesetiaan kita dari Allah, atau untuk mengganggu
Cinta Pernikahan, yang mungkin melebihinya tiada kesenangan
Yang dinikmati oleh kita membangkitkan dengkinya terlebih lagi;
Atau ini, atau lebih buruk lagi, jangan tinggalkan sisi setia ini [ 265 ]
Yang memberimu wujud, yang tetap menaungimu dan melindungi.
Istri, dimana bahaya atau aib berkeliaran,
Paling aman dan paling pantas dekat Suaminya berdiam,
Yang menjaganya, atau bersamanya menjalani yang terburuk.
Kepadanya Kemegahan Tanpa Dosa Hawa, [ 270 ]
Seperti seorang yang mencintai, dan mendapati suatu ketidakramahan,
Dengan wajah manis keras menjawab demikian,
Turunan Sorga dan Bumi, dan atas segala Bumi adalah Tuan,
Bahwa Musuh sedemikian kita punyai, yang menghendaki
Kehancuran kita, baik olehmu diberitahukan aku mengetahuinya, [ 275 ]
Dan dari Malaikat yang berpisah terdengar
Sebab di sudut yang teduh aku berdiri di belakang,
Baru saja kembali saat menutupnya Bunga Bungaan Sore Hari.
Namun bahwa engkau sanggup meragukan keteguhanku
Kepada Allah maupun kepadamu, karena kita mempunyai seorang seteru [ 280 ]
Yang mungkin mencobainya, aku tidak berharap mendengarnya.
Kekerasannya tidak kautakuti, sebab adanya,
Sebagaimana kita, tidak bisa mengalami kematian atau kesakitan,
Tidak bisa menerimanya, atau bisa menolaknya.
Tipudayanyalah ketakutanmu, yang secara terus terang menyimpulkan [ 285 ]
Ketakutanmu yang sama bahwa Kesetiaan dan Cintaku yang teguh
Bisa oleh tipudayanya digoncang atau digoda;
Pikiran pikiran ini, yang bagaimana mereka boleh menemukan tempat di hatimu
Adam, salah mengertikah akannya yang bagimu begitu tersayangnya?
Kepadanya dengan kata kata menghibur Adam menjawab. [ 290 ]
Putri Allah dan Manusia, Hawa yang abadi,
Sebab demikianlah engkau adanya, dari dosa dan cela sepenuhnya bebas:
Bukan meragukanmu maka aku melarang
Ketidakhadiranmu dari pandanganku, namun untuk menghindari
Percobaan itu sendiri, yang dikehendaki oleh Seteru kita. [ 295 ]
Sebab siapa yang mencobai, walau dengan sia sia, setidaknya menyebabkan
Yang dicobai dengan aib keji, yang dikiranya
Bukan tidak bisa dirusak Kesetiaannya, tidak tahan
Terhadap pencobaan: engkau sendiri dengan mencela
Dan marah akan membenci kejahatan yang ditawarkan, [ 300 ]
Walau didapati tiada berhasil: maka jangan salah menganggap,
Jikalau serangan demikian aku berusaha menjauhkannya
Darimu saja, yang pada kita berdua sekaligus
Sang Musuh, walau lantang, hampir tidak akan berani,
Ataupun berani, pertama atasku akan jatuh serangannya. [ 305 ]
Tidak juga engkau niat jahatnya dan tipudaya palsu mengutuknya;
Cerdik pasti harusnya ia, yang sanggup membujuk
Malaikat Malaikat dan jangan juga menganggap berlebihan bantuan dari orang lain.
Aku dari pengaruh pandanganmu menerima
Peningkatan setiap Keunggulan, dalam pandanganmu [ 310 ]
Menjadi lebih bijak, lebih berjaga, lebih kuat, jikalau perlu adanya
Kekuatan luar; sementara malu, saat engkau melihati,
Malu ditaklukkan atau dicapai
Akan membangkitkan daya terkuat, dan bangkit bersatu.
Mengapa engkau tidak akan merasakan hal yang sama dalam dirimu [ 315 ]
Ketika aku ada, dan pencobaanmu memilih
Bersamaku, sebagai saksi terbaik Kebaikanmu yang dicobai.
Demikian berkata Adam kepala rumah tangga dalam kepeduliannya
Dan Cinta Pernikahan; namun Hawa, yang mengira
Kurang dihargai Kesetiannya yang tulus, [ 320 ]
Demikian jawabnya dengan nada manis diperbaharui.
Jikalau ini keadaan kita, demikian berdiam
Dalam lingkup sempit dibatasi oleh seorang Seteru,
Cerdik maupun penuh kekerasan, kita tidak diberikan
Sendirian dengan pertahanan serupa, dimanpun dijumpai, [ 325 ]
Bagaimana kita bahagia adanya, masih tetap takut disakiti?
Namun bahaya tidak mendahului dosa: semata mata Seteru kita
Mencobai menyerang kita dengan perkiraan kejinya
Kebenaran kita: perkiraan kejinya
Tidak membawa aib bagi Wajah kita, namun berbalik [ 330 ]
Keji atas dirinya sendiri; maka mengapa dijauhi atau ditakuti
Oleh kita? Yang malah akan mendapat kehormatan ganda
Dari anggapannya yang terbukti palsu, menemukan damai didalam diri,
Kasih dari Sorga, sebagai saksi kita akan kejadian tersebut.
Dan apa itu Kesetiaan, Kasih, Keunggulan tanpa dicobai [ 335 ]
Sendirian, ditopang tanpa bantuan dari luar?
Marilah kita jangan mencurigai Keadaan bahagia kita
Ditinggalkan begitu tidak sempurna oleh Sang Pencipta bijak,
Seolah olah tidak aman sendirian atau bergabung bersama.
Rapuh kebahagiaan kita, jikalau ini demikian adanya, [ 340 ]
Dan Eden bukanlah Eden yang ternyata demikian.
Kepadanya demikian Adam dengan giat menjawab.
Oh Perempuan, terbaik adanya segala hal sebagaimana kehendak
Allah menetapkan mereka, tangan menciptaNya
Tiada yang tidak sempurna atau kekurangan dibiarkan [ 345 ]
Dari segala yang DiciptakanNya, lebih lebih lagi Manusia,
Atau apapun yang boleh membuat keadaan bahagianya aman,
Aman dari kuasa luar; dalam dirinya sendiri
Bahaya itu terletak, namun terletak dalam kuasanya:
Melawan kehendaknya ia tidak bisa menerima bahaya. [ 350 ]
Namun Allah membiarkan bebas Kehendak, sebab apa yang mematuhi
Akal Budi, bebas adanya, dan Akal Budi diciptakanNya benar
Namun biarlah ia amat berhati hati, dan tetap berdiri tegak,
Agar jangan oleh sesuatu yang tampak indah terkejut
Ia memerintahkan kepalsuan, dan salah memberitahu Kehendak [ 355 ]
Untuk melakukan apa yang Allah telah senyatanya melarang,
Maka bukan ketidakpercayaan, namun cinta lembut yang menyuruh,
Agar aku sering mengingatkanmu, dan engkau ingatlah akanku.
Dengan teguh kita bertahan, namun mungkin goyah,
Sebab Akal Budi bukan tidak mungkin boleh bertemu [ 360 ]
Suatu benda kepalsuan yang oleh sang Seteru ditaklukkan,
Dan jatuh dalam penipuan dengan tanpa sadar,
Tanpa mempertahankan penjagaan terketat, sebagaimana ia diperingatkan.
Jangan mencari pencobaan, yang untuk menghindarinya
Adalah lebih baik, dan paling mungkin jika dariku [ 365 ]
Engkau tidak berpisah: Ujian akan datang tanpa dicari.
Jika engkau hendak membuktikan keteguhanmu, buktikanlah
Dulu kepatuhanmu; yang lainnya siapa yang bisa mengetahui,
Tanpa melihatmu dicobai, siapa yang bersaksi?
Namun jika engkau berpikir, ujian tanpa dicari boleh menemukan [ 370 ]
Kita berdua lebih aman maka engkau tampak telah diperingatkan,
Pergilah; sebab tinggalnya engkau, tidak dengan bebas, lebih meniadakanmu lagi;
Pergilah dalam kepolosan asalmu, bergantunglah
Pada apa yang engkau punyai akan kebaikan, panggil semuanya,
Sebab Allah terhadapmu telah melakukan bagianNya, lakukan bagianmu. [ 375 ]
Demikian berbicara sang Bapa Umat Manusia, namun Hawa
Berkeras, dengan tetap menundukkan diri, walau akhirnya, menjawab.
Dengan izinmulah, dan demikian diperingatkan sebelumnya
Terutama oleh apa yang kata kata bernalarmu yang terakhir
Menyatakannya semata mata, bahwa ujian kita, ketika paling tidak dicari, [ 380 ]
Boleh mendapati kita berdua mungkin jauh kurang siap,
Lebih rela aku pergi, tidak juga banyak mengharapkan
Seorang Seteru yang begitu angkuh akan pertama mencari yang lebih lemah,
Jika demikian hasratnya, akan lebih mempermalukannya lagi penolakan baginya.
Demikian katanya, dari tangan Suaminya tangannya sendiri [ 385 ]
Dengan lembut ditariknya, dan bagai seorang Peri-Hutan dengan ringan
Oread atau Driad, atau dari Rombongan Delia,
Membawa dirinya menuju Rerimbunan, namun diri Delia sendiri
Dalam langkah dilebihinya dan pembawaan bagaikan Dewi,
Walau bukan sepertinya dengan Busur dan Tabung Panah dipersenjatai, [ 390 ]
Namun dengan Alat Alat Berkebun sebagaimana Keahlian yang masih kasar,
Tanpa api dibentuk, atau dibawakan oleh Malaikat Malaikat.
Kepada Pales, atau Pomona, demikianlah dihiasi,
Paling mungkin ia menyerupai, Pomona ketika ia melarikan diri dari
Vertumnus, atau seperti Ceres dalam Masa Kekuatannya, [ 395 ]
Masih Perawan Proserpina dari Jove.
Lama dengan pandangan berhasrat Mata laki laki itu mengejar sang perempuan
Dengan senang, namun lebih menghendaki ia tetap tinggal.
Seringkali laki laki itu kepada perempuan itu suruhannya untuk cepat kembali
Diulanginya, perempuan itu kepada laki laki itu sama seringnya berjanji [ 400 ]
Untuk kembali saat Siang Hari di Rumah,
Dan segala hal dengan sebaik baiknya untuk mengundang
Jamuan siang hari, atau beristirahat Sore hari.
Oh yang amat terperdaya, amat gagal, Hawa tanpa daya,
Akan sekembalimu yang seharusnya! Kejadian yang menyimpang! [ 405 ]
Engkau tidak pernah pada jam itu di Firdaus
Menemukan jamuan manis, atau istirahat lelap;
Sergapan sedemikian bersembunyi diantara Bunga Bungaan manis dan Rerimbunan
Menunggu dengan nafsu neraka segera
Untuk menghadang jalanmu, atau mengirimmu kembali [ 410 ]
Terampas akan Kepolosan, akan Iman, akan Kebahagiaan.
Sebab sekarang, dan sejak pertama merekahnya ufuk sang Penjahat,
Semata mata Ular dalam penampilannya, maju datang,
Dan pada Pencariannya, dimana paling mungkin ia boleh menemukan
Satu satunya dua dari Umat Manusia, namun dalam mereka [ 415 ]
Seluruh Umat termasuk, mangsanya yang dikehendakinya.
Di Hutan dan Dataran dicarinya, dimana kumpulan
Rerimbunan atau Bidang Taman lebih menyenangkan terletak,
Rawatan mereka atau Penanaman untuk kesenangan,
Dekat Mata Air atau dekat Aliran Air yang teduh [ 420 ]
Ia mencari mereka berdua, namun berharap kemungkinannya boleh menemukan
Hawa terpisah, ia berharap, namun bukan dengan harapan
Akan hal yang begitu jarang kemungkinannya, saat sesuai harapannya,
Di luar harapnya, Hawa terpisah diintainya,
Ditudungi dalam sebuah Awan Keharuman, dimana ia berdiri, [ 425 ]
Separuh terintai, begitu tebalnya Mawar Mawar berimbunan mengelilingi
Sekelilingnya berbinar, seringkali membungkuk untuk menopang
Tiap Bunga yang berbatang lembut, yang kepalanya walau semarak
Carnation, Ungu, Biru Langit, atau bertabur dengan Emas,
Bergantung membungkuk tanpa ditopang, mereka ditegakkannya [ 430 ]
Gemulai dengan tali Mirtle, sementara itu tanpa mempedulikan,
Dirinya, walau dirinya Bunga tak ditopang yang paling indah,
Dari penopang terbaiknya begitu jauh, dan badai begitu dekat.
Lebih dekat lagi ia mendekat, dan banyak jalan dijalurinya
Akan Rerimbunan termegah, Cedar, Pinus, atau Palem, [ 435 ]
Lalu bergulung dan lancang, sekarang bersembunyi, saat ini terlihat
Diantara Pepohonan Kecil dan Bunga Bungaan yang terjalin tebal
Menghiasi batas tiap Tepian, tangan Hawa:
Tempat yang lebih nikmat daripada Taman Taman itu yang dikirakan
Ataupun dari Adonis yang dibangkitkan, atau yang mahsyur [ 440 ]
Alcinous, tuan rumah bagi Anak si Laertes tua,
Atau yang itu, bukan Dongeng, dimana sang Raja Berhikmat
Mengadakan percintaan dengan Istri Mesirnya yang cantik.
Ia amat mengagumi Tempat itu, lebih lebih lagi Orangnya.
Seperti seseorang yang lama dalam Kota ramai berpenduduk terkungkung, [ 445 ]
Dimana Rumah Rumah padat dan Saluran Saluran Air mengganggu Udara,
Maju keluar pada suatu Pagi Musim Panas untuk menghirup
Diantara Desa Desa dan Peternakan Peternakan menyenangkan
Bersebelahan, dari setiap hal yang ditemui mengandung nikmat,
Bau Biji Bijian, atau Rumput yang dipangkas, atau Anak Lembu, [ 450 ]
Atau Susu, tiap pemandangan desa, tiap bunyi desa;
Jikalau kebetulan dengan langkah bagai Peri Hutan seorang Perawan cantik lewat,
Apa yang tampak lebih menyenangkan, sebab perempuan itu lebih menyenangkan,
Ia paling menyenangkan, dan dalam pandangannya terkumpul segala Nikmat.
Kesenangan demikian diambil sang Ular untuk memandang [ 455 ]
Petak Berbunga ini, tempat manis Hawa
Begitu pagi, begitu sendirian; wujud Sorgawinya
Bagai Malaikat, namun lebih lembut, dan Bersifat Kewanitaan,
Kepolosan anggunnya, setiap Pembawaannya
Akan gerak gerik maupun tindakan terkecil sekalipun mendahsyatkan [ 460 ]
Niat Jahat sang Ular, dan dengan takjub manis melucuti
Keganasannya akan niat ganas yang dibawanya:
Saat itu sang Jahat berdiri terpisah
Dari kejahatannya sendiri, dan selama itu tetap
Menjadi baik seperti bodoh, akan permusuhan terlucuti, [ 465 ]
Akan tipudaya, akan kebencian, akan dengki, akan balas dendam;
Namun Neraka panas yang selalu didalamnya membakar,
Walau di tengah Sorga, segera mengakhiri nikmatnya,
Dan sekarang lebih menyiksanya lagi, lebih dilihatnya
Kesenangan yang bukan untuknya ditetapkan: lalu segera [ 470 ]
Kebencian ganas diingatnya kembali, dan segala pikirannya
Akan kejahatan, sambil bergirang, demikian bangkit.
Pikiran pikiran, kemana telah kalian bawa aku, dengan manisnya
Paksaan demikian terbawa untuk melupakan
Apa yang telah membawa kita kesini, benci, bukan kasih, bukan juga harapan [ 475 ]
Akan Firdaus ganti Neraka, berharap disini untuk mengecap
Nikmat, malah segala nikmat untuk dihancurkan,
Kecuali apa yang ada dalam menghancurkan, sukacita lain
Bagiku telah hilang. Maka mari jangan kulewatkan
Kesempatan yang sekarang tersenyum, lihatlah sendirian [ 480 ]
Sang Perempuan, terbuka pada segala serangan,
Suaminya, sebab kulihat jauh sekeliling, tidak dekat disini,
Yang kecerdasannya yang lebih tinggi kujauhi,
Dan kekuatan, angkuh keberaniannya, dan anggota tubuhnya
Dibentuk bagai Pahlawan, walaupun dari tanah wujudnya, [ 485 ]
Seteru yang bukan tidak berbahaya, bebas dari segala luka,
Aku tidak demikian; sebanyak demikian telah Neraka merendahkan, dan kesakitan
Melemahkanku, dibandingkan dengan apa dulunya aku di Sorga.
Perempuan itu indah, indah ilahi, Cinta yang sesuai bagi Para illah,
Tidak menjerikan, walau kejerian ada dalam Cinta [ 490 ]
Dan kecantikan, yang tidak didekati oleh kebencian yang lebih kuat lagi,
Kebencianlah yang lebih kuat, dengan menunjukkan Cinta yang hebat dibuat buat,
Jalan yang menuju kehancurannya sekarang kuhendaki.
Demikian berkata sang Musuh Umat Manusia, terbungkus
Dalam Ular, Penghuni yang jahat, dan menuju Hawa [ 495 ]
Mengarahkan jalannya, bukan dengan gelombang berkelok,
Bungkuk diatas tanah, seperti sejak itu, namun atas bagian belakangnya,
Dasar melingkar lipatan lipatan yang naik, yang bagai menara
Lipatan diatas lipatan sebagai Lorong yang bangkit, Kepalanya
Memuncak jauh, dan bagai Karbunkel Matanya; [ 500 ]
Dengan Leher mengkilat mewah Keemasan, tegak
Diantara Gulungan Gulungannya yang melingkar, yang diatas rumput
Mengapung tidak bergerak: menyenangkan wujudnya,
Dan indah, tidak pernah sejak itu dari jenis Ular
Lebih indah, bukan yang di Illyria yang berubah [ 505 ]
Hermione dan Cadmus, atau sang Dewa
Di Epidaurus; bukan juga yang menjadinya berubah
Jove Orang Amon, atau Capitoline terlihat,
Ia bersama Olympias, ini yang bersamanya yang mengandung
Scipio yang agung dari Roma. Dengan jalur miring [ 510 ]
Pada mulanya, bagai seseorang yang mencari jalan masuk, namun takut
Mengganggu, dari samping ia mengusahakan jalannya.
Seperti ketika sebuah Kapal dibawa oleh Jurumudi yang handal
Dekat mulut Sungai atau Tepi Daratan, dimana Angin
Sering berhembus, sesering itu juga mengemudi, dan mengubah Layarnya; [ 515 ]
Demikian ia berubah ubah, dan akan Jalur lambannya
Menggulungkan banyak gulungan liar di mata Hawa,
Untuk menarik Matanya; perempuan itu sedang sibuk mendengar bunyi
Dedaunan yang bergemerisik, namun tidak diindahkannya, sebab terbiasa
Pada kelakuan sedemikian didepannya di seluruh Daratan, [ 520 ]
Dari setiap Hewan, yang lebih patuh pada panggilannya,
Lebih dari Penyihir Circa memanggil mereka yang diubahnya menjadi Ternak.
Ia lebih lantang sekarang, tanpa dipanggil berdiri dihadapan perempuan itu;
Namun bagaikan dengan pandangan mengagumi: Seringkali dibungkukkan
Kepalanya yang memuncak, dan Leher berkilat yang langsing, [ 525 ]
Menyanjung, dan menjilati tanah dimana perempuan itu berjalan.
Tingkah laku jinaknya yang lembut pada akhirnya menarik
Mata Hawa untuk menandai permainannya; ia senang
Akan perhatian dari perempuan itu yang didapatnya, dengan Lidah Ular
Sebagai alat, atau dorongan Udara hidup, [ 530 ]
Pencobaannya yang memperdayai demikian dimulai.
Tidak usah takjub, Nyonya berdaulat, jikalau mungkin
Engkau bisa, yang merupakan satu satunya Ketakjuban, lebih lagi mempersenjatai
Wajahmu, yang adalah Sorga kelembutan, dengan ketidaksukaan,
Sebab tidak menyenangi aku mendekatimu seperti ini, dan memandangmu [ 535 ]
Tanpa terpuaskan, aku sendirian seperti ini, tidak juga kutakut akan
Dahimu yang mengagumkan, lebih mengagumkan saat tenang.
Keserupaan Terindah dari Penciptamu Yang indah,
Engkau segala yang hidup memandangmu, segala sesuatu milikmu
Oleh hadiah, dan memuja Kecantikan Sorgawimu [ 540 ]
Dengan kenikmatan memandangnya, yang terbaik dipandang
Dimana dikagumi di seluruh semesta; namun disini
Dalam batas liar ini, diantara segala Hewan ini,
Para penonton yang kasar, dan dangkal untuk bisa mengenali
Setengah saja dari apa yang dalammu indah adanya, satu laki laki terkecuali, [ 545 ]
Siapa yang melihatmu? (dan apa artinya satu saja?) yang seharusnya dilihat
Seorang Dewi diantara Dewa Dewa, dipuja dan dilayani
Oleh Para Malaikat tak terhitung jumlahnya, Rombongan harianmu.
Demikian berbohong sang Pencoba, dan Pembukaannya dinadakan;
Kedalam Hati Hawa kata katanya mendapat jalan, [ 550 ]
Walau oleh suaranya amat takjub; pada akhirnya
Bukannya tidak terheran heran perempuan itu demikian berbicara menjawab.
Apa kiranya arti hal ini? Bahasa Manusia diucapkan
Dengan Lidah Hewan, dan perasaan manusia diungkapkan?
Yang pertama paling tidak kukira tidak diberikan [ 555 ]
Kepada Hewan, yang Allah pada Hari Penciptaan mereka
Menciptakannya bisu pada segala suara yang diungkapkan;
Akan yang terakhir aku memiliki keraguan, sebab dalam pandangan mereka
Ada akal budi, dan dalam segala tindak tanduk mereka seringkali muncul.
Engkau, Ular, hewan paling cerdik dari segalanya di darat [ 560 ]
Aku mengetahuinya, namun tidak dengan suara manusia dikaruniakan;
Gandakanlah mukjizat ini, dan katakan,
Bagaimana engkau bisa berbicara yang sebelumnya bisu, dan bagaimana
Kepadaku menjadi begitu bersahabat melebihi yang lainnya
Dari jenis hewani, yang sehari hari dalam pandanganku? [ 565 ]
Katakan, sebab keajaiban sedemikian meminta perhatian sepatutnya.
Kepadanya sang Pencoba penuh tipu daya demikian menjawab.
Maharani Dunia yang indah ini, Hawa yang penuh kemegahan ,
Mudah bagiku untuk memberitahukan padamu semuanya
Yang kauperintahkan dan benarlah bahwa engkau seharusnya ditaati: [ 570 ]
Aku pada mulanya sama seperti Hewan Hewan lain yang merumputi
Rerumputan yang diinjak injak, dengan segala pikiran yang tunduk dan rendah,
Sedemikian juga makananku, tidak juga mengenali apapun kecuali makanan
Atau Hubungan Intim, dan memahami tiada hal yang tinggi:
Hingga suatu hari saat menjelajahi daratan, aku kebetulan menemui [ 575 ]
Sebuah Pohon yang baik yang dari jauh kupandang
Dipenuhi dengan buah yang berwarna warni terindah bercampur,
Kemerahan dan Keemasan: Aku lebih mendekati untuk memandang;
Saat dari dahan dahannya suatu bau lezat terhembuskan,
Menyenangkan bagi selera, lebih menyenangkan lagi bagi inderaku, [ 580 ]
Daripada bau Susu atau Puting yang termanis sekalipun
Dari Domba Betina ataupun Kambing yang meneteskan Susu pada Sore Hari,
Yang belum dihisap Anak Domba atau Anak Kambing, yang sibuk bermain.
Untuk memuaskan hasrat tajam yang kumiliki
Untuk mengecap Apel Apel yang indah itu, kutetapkan diri [ 585 ]
Untuk tidak mundur; lapar dan haus sekaligus,
Pembujuk yang kuat, dikencangkan oleh keharuman
Buah yang menarik itu, mendorongku dengan amat sangat.
Disekeliling Batang berlumutnya segera kulilitkan diriku,
Sebab tinggi dari tanah cabang cabang yang mengharuskan [ 590 ]
Jangkauan terjauhmu atau Adam: Mengelilingi Pohon tersebut
Segala Hewan lain yang melihat, dengan hasrat serupa
Merindu dan mendengki berdiri, namun tidak sanggup menjangkau.
Ditengah Pohon yang sekarang terjangkau, dimana amat banyak bergantungan
Begitu dekat menggoda, untuk kupetik dan kumakan sepuasku [ 595 ]
Tidak kusisakan, sebab kesenangan sedemikian hingga jam itu
Di Tempat Makan ataupun Mata Air belum pernah kutemukan.
Akhirnya aku kenyang, sebelum lama aku boleh melihat
Perubahan aneh dalam diriku, secara bertahap
Akal Budi dalam Kemampuan dalamku, dan Bahasa [ 600 ]
Tidak lama kekurangan, walau tetap dalam wujud ini.
Segera akan Perkiraan Perkiraan tinggi maupun dalam
Kuarahkan pikiran pikiranku, dan dengan akal luas
Merenungkan segala hal yang tampak di Sorga,
Akan Bumi, atau Udara di Tengah, segala hal yang indah dan baik; [ 605 ]
Namun segala yang indah dan baik dalam Keilahian
Keserupaanmu, dan dalam Kecantikanmulah Sinar sorgawi
Kulihat bersatu; tiada Keindahan dibanding denganmu
Setara ataupun mendekati, yang mendorong
Aku demikian, walau mungkin mengganggu, untuk datang [ 610 ]
Dan memandang, dan menyembahmu yang sepantasnya dinyatakan
Berdaulat atas Segala Mahluk, Putri alam semesta.
Demikian berkata sang Ular licik kerasukan; dan Hawa
Lebih terheran heran lagi tanpa berhati hati demikian menjawab.
Ular, pujian berlebihanmu mengakibatkan dalam keraguan [ 615 ]
Kebaikan Buah tersebut, dalam dirimulah pertama kali dibuktikan:
Namun katakan, dimana tumbuhnya Pohon itu, dari sini berapa jauh?
Sebab banyak adanya Pepohonan Allah yang tumbuh
Dalam Firdaus, dan bermacam macam, namun belum diketahui
Oleh kami, dalam kelimpahan sedemikian terletak pilihan kami, [ 620 ]
Sebagaimana meninggalkan suatu simpanan lebih besar Buah belum tersentuh,
Masih bergantungan tanpa cemar, hingga manusia
Bertambah mencukupi persediaan bagi mereka, dan lebih banyak tangan
Membantu meringankan Alam akan Buah Kelahirannya.
Kepadanya sang Beludak licik, dengan bahagia dan senang. [ 625 ]
Maharani, jalannya siap, dan tidak lama,
Dibelakang sebaris Mirtle, diatas Tanah Datar,
Dekat sebuah Mata Air, melewati suatu Rerimbunan kecil
Mur dan Balsem yang berhembus; jikalau kauterima
Tuntunanku, aku boleh membawamu kesana dengan segera. [ 630 ]
Pimpinlah, kata Hawa. Ia memimpin dengan tangkas bergulung
Dalam gelutan, dan membuat yang rumit tampak langsung,
Tangkas ia kepada kejahatan. Harapan terangkat, dan sukacita
Menerangkan Kepalanya, sebagaimana ketika Api yang berkelana
Padat dari uap berminyak, yang oleh Malam Hari [ 635 ]
Memadatkannya, dan lingkungan dingin sekeliling,
Menyalakannya melalui gangguan menjadi suatu Nyala Api,
Yang seringkali, mereka katakan, sebagai suatu Roh jahat berkelana
Mengawang dan berkilat dengan Cahaya menipu,
Menyesatkan pengelana Malam yang terkagum kagum dari jalannya [ 640 ]
Menuju Rawa dan Lumpur, dan seringkali melalui Danau atau Genangan,
Disana tertelan dan terhilang, jauh dari pertolongan.
Demikianlah berkilatan sang Ular berbahaya, dan menuju tipudaya
Memimpin Hawa Ibu kita yang polos, menuju Pohon
Larangan, akar dari segala celaka kita; [ 645 ]
Yang ketika dilihtanya, demikian pada penuntunnya berkata.
Ular, kita boleh tidak datang ke sini,
Tidak berbuah bagiku, walau Buah disini berlebihan adanya,
Hasil dari kebaikannya yang terletak dalam dirimu,
Ajaib memang, jikalau merupakan penyebab hasil sedemikian. [ 650 ]
Namun dari Pohon ini kami tidak boleh mengecap atau menyentuhnya;
Allah memerintahkan demikian, dan membiarkan Perintah itu
Satu satunya Putri dari SuaraNya; sisanya, kami hidup
Sebagai Hukum bagi diri kami sendiri, Akal Budi kami adalah Hukum kami.
Kepadanya sang Pencoba dengan penuh tipu menjawab. [ 655 ]
Benarkah? Apakah Allah telah berfirman bahwa dari Buah
Segala Pepohonan di Taman ini kalian tidak boleh memakannya,
Namun dinyatakan sebagai Tuan dari semua yang ada di Udara dan Darat?
Kepadanya demikian Hawa masih belum berdosa. Akan Buah
Dari setiap Pohon di Taman ini kami boleh memakannya, [ 660 ]
Namun akan Buah Pohon yang indah ini ditengah tengah
Taman ini, Allah telah berfirman, janganlah kalian memakan
Darinya, jangan juga kalian menyentuhnya, agar kalian jangan mati.
Perempuan itu baru saja berkata, walau singkat, ketika sekarang lebih lantang
Sang Pencoba, namun dengan menunjukkan Giat dan Kasih [ 665 ]
Bagi Manusia, dan marah karena kerugiannya,
Memakaikan samaran baru, dan bagaikan tergerak oleh hasrat,
Berubah karena terganggu, namun menawan dan dalam tindak tanduknya
Ditinggikan, seolah olah akan memulai suatu perihal agung.
Seperti di zaman dahulu seorang Ahli Pidato terkemuka [ 670 ]
Di Athena atau Roma yang bebas, dimana Kefasihan
Tumbuh subur, dari membisu, hendak berkata tentang suatu tujuan besar,
Berdiri dalam dirinya sendiri pembawaannya, sementara tiap bagian,
Gerak Gerik, tiap tindak tanduk memenangkan pendengar sebelum lidahnya,
Terkadang langsung dimulai, sebab tiada penundaan [ 675 ]
Pembukaan mencegah Giatnya akan Keadilan.
Demikianlah sambil berdiri, bergerak, atau mencapai ketinggian bertumbuh
Sang Pencoba seluruhnya penuh hasrat demikian memulai.
Oh Tanaman Suci, Bijak, dan yang memberi Hikmat,
Ibu Ilmu Pengetahuan, Sekarang kuarasakan Kuasamu [ 680 ]
Dalam diriku dengan jelas, bukan hanya untuk mengenali
Segala hal dalam Penyebab mereka, namun untuk menjejaki jalan jalan
Oknum Oknum tertinggi, betapapun bijaknya dianggap.
Ratu Alam Semesta ini, janganlah mempercayai
Ancaman Maut yang ketat itu; kalian tidak akan Mati: [ 685 ]
Bagaiamana bisa? Oleh Buah itu? Ia memberi kalian Kehidupan
Menuju Pengetahuan, Demi Sang Pengancam, lihatlah aku,
Aku yang telah menyentuh dan mengecap, namun tetap hidup,
Dan hidup yang lebih sempurna telah kudapatkan daripada yang oleh Takdir
Memaksudkannya untukku, dengan mencoba lebih tinggi daripada Bagianku. [ 690 ]
Akankah itu tertutup bagi Manusia, yang bagi Hewan
Terbuka? Atau akankah Allah membangkitkan murkaNya
Oleh karena suatu Pelanggaran yang begitu sepele, dan tidak memuji
Malahan keunggulanmu yang tanpa takut, yang akan kesakitan
Maut kausangkal, apapun itu Maut, [ 695 ]
Tidak menjauh dari pencapaian apapun yang boleh memimpin
Kepada hidup lebih bahagia, pengetahuan akan Baik dan Jahat;
Akan yang baik, betapa adilnya? Akan yang jahat, jika yang merupakan kejahatan
Nyata adanya, mengapa tidak diketahui, sebab akan lebih mudah dijauhi?
Maka dari itu Allah tidak bisa menyakiti kalian, dan tetap adil; [ 700 ]
Tidak adil, bukan Allah; sebab tidak ditakuti, tidak juga dipatuhi:
Ketakutan kalian sendiri akan Maut menghilangkan ketakutan itu.
Mengapa hal ini dilarang? Mengapa selain untuk menakjubkan,
Mengapa selain untuk menahan kalian tetap rendah dan jahil,
Para penyembahNya; Dia mengetahui bahwa pada hari [ 705 ]
Kalian Memakan darinya, Mata kalian yang tampaknya begitu cerah,
Namun sebenarnya buram, akan dengan sempurna
Terbuka dan tercerahkan, dan kalian akan menjadi seperti Para illah,
Mengetahui yang Baik dan yang Jahat sebagaimana mereka mengetahuinya.
Bahwa kalian seharusnya menjadi allah, sebab aku sebagai Manusia, [ 710 ]
Manusia didalam, adalah sepatutnya oleh perbandingan,
Aku manusia hewani, kalian allah allah manusiawi.
Maka mungkin kalian akan mati, dengan menanggalkan
Manusia, untuk memakaikan allah, kematian yang diharapkan,
Walau diancamkan, yang tidak lebih buruk dari ini boleh dibawakan. [ 715 ]
Dan apakah Para illah itu sehingga Manusia tidak boleh menjadi
Seperti mereka, berbagi dalam makanan untuk allah?
Para illah ada pertama, dan keuntungan itu digunakan
Atas kepercayaan kita, bahwa semuanya dari mereka berasal;
Aku mempertanyakannya, sebab Bumi indah ini kulihat, [ 720 ]
Dihangatkan oleh Matahari, yang menghasilkan berbagai jenis,
Mereka tidak apapun: Jikalau mereka menghasilkan segala hal, yang mengurung
Pengetahuan akan yang Baik dan yang Jahat dalam Pohon ini,
Bahwa siapapun yang makan darinya, segera mencapai
Hikmat tanpa seizin mereka? Dan dimana terletak [ 725 ]
Pelanggaran, bahwa Manusia dengan demikian mencapai pengetahuan?
Bagaimana pengetahuanmu boleh menyakitiNya, atau Pohon ini
Memberi menentang kehendakNya jikalau semuanya milikNya?
Atau dengkikah, atau bisakah dengki berdiam
Dalam hati Sorgawi? Semua ini, semua ini dan banyak lagi [ 730 ]
Alasan menunjukkan keperluanmu akan Buah yang indah ini.
Dewi manusiawi, maka jangkaulah, dan kecaplah dengan bebas.
Ia berakhir, dan kata katanya penuh tipudaya
Kedalam hati perempuan itu memenangkan jalan masuk yang terlalu mudah:
Terpaku pada Buah itu dipandangnya, yang dilihat [ 735 ]
Sudah bisa menggoda, dan dalam telinganya suara
Masih bergema akan kata katanya yang membujuk, penuh mengandung
Akal Budi, tampaknya demikian bagi perempuan itu, dan dengan Kebenaran;
Sementara itu jam Siang Hari mendekat, dan membangunkan
Suatu selera yang berhasrat, dibangkitkan oleh bau [ 740 ]
Begitu lezat dari Buah itu, yang dengan hasrat,
Mudah dibujuk sekarang berkembang untuk menyentuh atau mengecap,
Memohon pada matanya yang merindu; namun pertama tama
Berhenti sebentar, demikian pada dirinya sendiri perempuan itu merenung.
Besar Kebaikanmu, tanpa ragu lagi, yang terbaik diantara Buah Buahan. [ 745 ]
Walau dijaga dari Manusia, dan pantas untuk dikagumi,
Yang kecapannya, terlalu lama ditahankan, pada tindakan pertama
Memberi kefasihan pada yang bisu, dan mengajari
Lidah yang tidak dibuat untuk Bahasa untuk menyatakan pujian bagimu:
Pujian bagimu juga oleh Dia yang melarang pemakaianmu, [ 750 ]
Tidak menyembunyikannya dari kami, menamaimu Pohon
Pengetahuan, pengetahuan akan yang baik dan yang jahat;
Melarang kami untuk mengecap, namun laranganNya
Lebih memujimu lagi, sementara menyatakan kebaikan
Yang disampaikan olehmu, dan kekurangan kami: [ 755 ]
Sebab kebaikan yang tidak dikenal, pastilah tidak dimiliki, atau dimiliki
Dan masih tetap tidak diketahui, sama seperti tidak dimiliki sama sekali.
Maka denga jelaslah, apa yang dilarangNya selain untuk mengetahui,
Melarang bagi kami kebaikan, melarang kami menjadi berhikmat?
Larangan sedemikian tidak mengikat. Namun jikalau Maut [ 760 ]
Mengikat kami dengan ikatan sesudahnya, maka keuntungan apa
Kebebasan dalam diri kami? Pada hari kami memakan
Dari Buah yang indah ini, hukuman kami ialah, kami akan mati.
Bagaimana matikah sang Ular? Ia telah makan dan hidup,
Dan mengetahui, dan berkata, dan bernalar, dan mengenali, [ 765 ]
Yang tidak bernalar hingga saat itu. Untuk kami sajakah
Kematian diciptakan? Atau bagi kami dilarangkan
Makanan kecerdasan ini, untuk hewan disimpankan?
Untuk Hewanlah tampaknya: namun satu Hewan itu yang pertama
Telah mengecap, tidak mendengki, namun membawa dengan sukacita [ 770 ]
Kebaikan yang menimpa dirinya, sebagai Wewenang yang tidak patut dicurigai,
Bersahabat pada manusia, jauh dari kepalsuan atau tipudaya.
Maka apa yang kutakutkan, malah tahu apa yang harus ditakuti
Dibawah ketidaktahuan akan yang baik dan yang Jahat ini,
Akan Allah atau Maut, akan Hukum atau Hukuman? [ 775 ]
Disini tumbuh Obat untuk semuanya, Buah Ilahi ini,
Indah bagi mata, mengundang bagi Kecapan,
Dengan kebaikan untuk menghikmatkan: Maka apa yang menghalangi
Untuk menjangkau, dan memberi makan baik Tubuh maupun Akal sekaligus?
Demikian katanya, tangannya yang gegabah pada jam jahat itu [ 780 ]
Maju meraih Buah itu, perempuan itu memetiknya, ia memakannya:
Bumi merasakan luka tersebut, dan Alam dari kedudukannya
Berkesah melalui segala Karyanya memberi tanda celaka,
Bahwa semuanya terhilang. Kembali ke Rerimbunan merayap
Sang Ular yang bersalah, dan memang sebaiknya, sebab Hawa [ 785 ]
Hendak sepenuhnya pada kecapannya, tiada yang lain
Diindahkannya, nikmat sedemikian hingga saat itu, seolah oleh tampaknya,
Dalam Buah tidak pernah ia kecap, apakah benar
Atau dikhayalkannya demikian, melalui harapan tinggi
Akan pengetahuan, tidak juga Keallahan dari pikirannya. [ 790 ]
Dengan tamak perempuan itu menyantap tanpa mengendalikan diri,
Dan tidak tahu sedang memakan Maut: Kenyang pada akhirnya,
Dan menjadi ringan seolah olah oleh Anggur, senang dan gembira,
Demikian pada dirinya sendiri ia dengan senang memulai.
Oh Berdaulat, unggul, berharga diantara semua Pepohonan [ 795 ]
Di Firdaus, akan pekerjaan diberkati
Membawa Hikmat, yang karenanya disembunyikan, difitnah,
Dan Buah indahmu dibiarkan bergantung, seolah olah tanpa tujuan
Diciptakan; namun sejak saat ini rawatanku paling awal,
Bukan tanpa Nyanyian, tiap Pagi, dan pujian sepantasnya [ 800 ]
Akan merawatmu, dan beban suburmu kuringankan
Dari cabang cabangmu yang penuh ditawarkan bebas bagi semua;
Hingga karena diberi makan olehmu aku tumbuh dewasa
Dalam pengetahuan, seperti Para illah yang mengetahui segala hal;
Walau mendengki yang lain apa yang tidak bisa mereka berikan; [ 805 ]
Sebab jikalau hadiah ini milik mereka, bukanlah disini
Demikian tumbuh. Pengalaman, selanjutnya padamu aku berhutang,
Penuntun terbaik; tanpa mengikutimu, aku tetap
Dalam ketidaktahuan, engkau membuka jalan Hikmat,
Dan memberi jalan masuk, walau dengan diam diam ia undur. [ 810 ]
Dan mungkin aku tersembunyi; Sorga itu tinggi,
Tinggi dan jauh untuk melihat dari sana dengan jelas
Tiap hal diatas Bumi; dan tugas lain mungkin
Boleh jadi telah mengalihkan dari penjagaan terus menerus
Pelarang kami yang agung, Yang aman dengan semua Mata MataNya [ 815 ]
Di sekelilingNya. Namun kepada Adam dalam penampilan apa
Aku akan muncul? Akankah padanya kuberitahukan
Perubahanku sejauh ini, dan memberi kepadanya untuk berbagi
Kebahagiaan sepenuhnya denganku, atau lebih baik tidak,
Namun menjaga kelebihan Pengetahuan dalam kuasaku [ 820 ]
Tanpa Rekan Bersama? Dengan demikian untuk menambah pada apa yang kurang
Dalam Diri Wanita, lebih lagi untuk menarik Cintanya,
Dan membuatku lebih setara, dan mungkin,
Suatu hal yang bukan tidak dikehendaki, terkadang
Lebih unggul: sebab lebih rendah siapakah yang bebas? [ 825 ]
Ini boleh jadi baik: namun bagaimana jikalau Allah telah melihat
Dan Maut hasilnya? Maka aku akan tiada,
Dan Adam dinikahkan pada seorang Hawa yang lain,
Akan hidup bersamanya menikmati, aku musnah;
Suatu kematian untuk dipikirkan. Maka dengan teguh aku menetapkan diri, [ 830 ]
Adam akan berbagi denganku dalam bahagia maupun celaka:
Demikian sayangnya kucintai ia, sehingga bersamanya segala kematian
Boleh kutanggung, tanpanya tiada menghidupi hidup.
Demikian katanya, dari Pohon itu perempuan itu mengalihkan langkahnya,
Namun lebih dahulu Sembah rendah dilakukan, seolah olah pada kuasa [ 835 ]
Yang berdiam didalam, yang kehadirannya telah meresapkan
Kedalam tanaman itu getah kebijakan, yang didapatkan
Dari Sari Bunga, minuman Para illah. Adam sementara itu
Menunggu penuh hasrat kembalinya perempuan itu, telah merangkai
Dari Bunga Bungaan terpilih sebuah Rangkaian Bunga untuk menghiasi [ 840 ]
Untaian Untaian Rambutnya, dan memahkotai kerja pedesaannya,
Sebagaimana Penuai Penuai seringkali melakukannya pada Ratu Panen mereka.
Sukacita besar dijanjikannya pada pikiran pikirannya, dan baru
Hiburan dalam kembalinya perempuan itu, yang telah begitu lama tertunda;
Namun seringkali hatinya, meramalkan sesuatu yang buruk, [ 845 ]
Mencemaskannya; sang laki laki merasakan sikap keraguan itu;
Dan maju pergi untuk menemui perempuan itu, jalan yang diambil sang perempuan
Pagi itu saat pertama mereka berpisah; dekat Pohon
Pengetahuan sang laki laki harus lewat, disana ia menemui perempuan itu,
Baru saja dari Pohon itu kembali; di tangannya [ 850 ]
Seikat buah terindah yang tersenyum keemasan,
Baru saja dikumpulkan, dan meresapkan bau ambrosia.
Menuju sang laki laki perempuan itu bergegas, di wajahnya alasan
Datang sebagai Pendahuluan, dan mendorong Permintaan Maaf,
Yang dengan kata kata hambar sekehendaknya ia menyapa demikian. [ 855 ]
Tidakkah engkau heran, Adam, karena tinggalnya aku?
Aku telah merindukanmu, dan merasakannya lama, terputus
Dari kehadiranmu, sengsara cinta yang hingga saat ini
Tak pernah terasa, tidak juga akan dua kali, sebab tak akan pernah lagi
Aku bermaksud mencobanya, apa yang dengan gegabah belum dicoba kucari, [ 860 ]
Sakitnya kehilangan dari pandanganmu. Namun aneh
Penyebabnya, dan ajaib untuk didengar:
Pohon ini tidak seperti yang diberitahukan pada kita, sebuah Pohon
Kecapan bahaya, tidak juga menuju kejahatan yang tak dikenal
Membuka jalannya, namun akan akibat Ilahi [ 865 ]
Untuk membuka Mata, dan mengubah mereka yang mengecap menjadi allah;
Dan telah dikecap demikian: sang Ular yang bijak,
Atau tidak dikekang seperti kita, atau tidak mematuhi,
Telah memakan dari buah tersebut, dan telah menjadi,
Tidak mati, sebagaimana kita diancam, namun sejak itu [ 870 ]
Diberikan suara manusia dan indera manusia,
Bernalar dengan mengagumkan, dan denganku
Membujuk dengan demikian telah menang, bahwa aku
Juga telah mengecap, dan telah menemukan juga
Akibatnya yang berkaitan, lebih terbuka Mataku [ 875 ]
Yang sebelumnya buram, Roh yang teguh, Hati yang lebih luas,
Dan bertumbuh menuju Keallahan; yang untukmu
Terutama kucari, tanpamu boleh kuhinakan.
Sebab kebahagiaan, jikalau engkau mengambil bagian, bagiku adalah kebahagiaan,
Melelahkan, tanpa dibagi bersamamu, dan segera menjadi memuakkan. [ 880 ]
Maka engkau juga kecaplah, agar Bagian setara
Boleh menggabungkan kita, Sukacita setara, sebagaimana Cinta setara;
Agar jangan engkau tanpa mengecap, derajat berbeda
Memisahkan kita, dan lalu aku sudah terlambat melepaskan
Keilahian bagimu, ketika Takdir tidak akan mengizinkannya. [ 885 ]
Demikianlah Hawa dengan Wajah girang menceritakan ceritanya;
Namun di Pipinya keresahan merona berbinar.
Di sisi lain, Adam, begitu didengarnya
Akan Pelanggaran mematikan yang dilakukan oleh Hawa, terheran,
Terkejut ia berdiri dan Diam, Sementara kengerian beku [ 890 ]
Berlarian melalui nadinya, dan seluruh sendinya longgar;
Dari tangannya yang lemas Rangkaian Bunga yang dirangkai untuk Hawa
Jatuh turun, dan semua Mawarnya yang layu pun rontok:
Tanpa bisa berkata ia berdiri dan pucat, hingga pada akhirnya
Lebih dulu pada dirinya sendiri memecahkan kesunyian dalam. [ 895 ]
Oh yang terindah dari Ciptaan, terakhir dan terbaik
Dari segala karya Allah, Mahluk yang didalammu unggul
Apapun yang bisa bagi pandangan maupun pikiran membentuknya,
Suci, ilahi, baik, ramah, atau manis!
Betapa engkau terhilang, betapa oleh kehilangan tiba tiba, [ 900 ]
Ternoda, terpetik, dan sekarang pada Maut terserahkan?
Malah bagaimana engkau menyerah untuk melanggar
Larangan ketat itu, bagaimana melanggar
Buah suci yang terlarang! Suatu tipudaya terkutuk
Dari Musuh telah memperdayakanmu, namun masih belum diketahui, [ 905 ]
Dan aku bersamamu telah hancur, sebab bersamamulah
Pasti ketetapan diriku untuk Mati;
Bagaimana aku bisa hidup tanpamu, bagaimana kehilangan
Perbincangan manis dan Cintamu yang begitu tersayang bersama,
Untuk hidup lagi di Hutan Hutan liar ini dengan sedih? [ 910 ]
Akankah Allah menciptakan seorang Hawa yang lain, dan aku
Menyerahkan sebuah Rusuk lainnya, namun kehilangan akanmu
Tidak akan pernah bisa dari hatiku; tidak tidak, aku merasakan
Ikatan Alam menarikku: Daging dari Dagingku,
Tulang dari Tulangkulah engkau, dan dari Keadaanmu [ 915 ]
Keadaanku tak akan pernah terpisah, bahagia maupun celaka.
Setelah berkata demikian, seperti seseorang yang dari kekecewaan sedih
Terhibur kembali, dan pikiran pikiran sesudahnya terganggu
Menyerah pada apa yang tampaknya tidak tersembuhkan,
Demikian dengan hati tenang Kata Katanya pada Hawa ditujukan. [ 920 ]
Perbuatan lancang telah kaulakukan, Hawa petualang
Dan marabahaya besar kauundang, yang telah berani
Jikalau semata mata diinginkan oleh Mata
Buah suci itu, suci hingga dilarang,
Lebih lebih lagi mengecapnya yang dilarang untuk disentuh. [ 925 ]
Namun yang berlalu siapa bisa menariknya, atau yang telah dilakukan dibatalkan?
Bukan Allah Mahakuasa, bukan juga Takdir, namun demikianpun
Mungkin engkau tidak akan Mati, mungkin Kenyataannya
Tidak begitu menakutkan sekarang, Buah yang telah dikecap sebelumnya,
Pertama dilanggar oleh sang Ular, olehnya pertama [ 930 ]
Dibuat menjadi umum dan tahir sebelum kita kecap;
Belum juga atasnya didapati mematikan, ia masih hidup,
Hidup, seperti yang kaukatakan, dan mendapat hidup seperti Manusia
Derajat Kehidupan yang lebih tinggi, dorongan kuat
Bagi kita, sama mungkinnya dengan mengecap untuk mencapai [ 935 ]
Kenaikan sebanding, yang tidak bisa
Bukan namun menjadi allah, atau Malaikat Setengah allah.
Tidak bisa juga kurasa bahwa Allah, Pencipta bijak,
Walau mengancam, akan dengan sungguh menghancurkan
Kita MahlukNya yang utama, dihormati begitu tinggi, [ 940 ]
Ditaruh diatas segala KaryaNya, yang dalam Kejatuhan kita,
Sebab bagi kita diciptakan, harus bersama kita gagal juga,
Diciptakan bergantung; maka Allah akan memusnahkan,
Menjadi gagal, melakukan, membatalkan, dan kehilangan hasil kerjaNya,
Tidak terpikir baik oleh Allah, Yang walau Kuasanya [ 945 ]
Sanggup mengulangi Penciptaan, namun akan benci
Memusnahkan kita, agar jangan sang Musuh
Berkemenangan dan berkata; Goyah Keadaan mereka yang Allah
Paling Berkenan atasnya, siapa yang sanggup menyenangkanNya lama; aku dulu
DihancurkanNya, sekarang Umat Manusia; siapa yang selanjutnya olehNya? [ 950 ]
Bahan celaan, yang tidak boleh diberi pada sang Seteru,
Namun aku bersamamu telah menetapkan Bagianku,
Sudah pasti menjalani hukuman serupa, jikalau Maut
Berpasangan denganmu, Maut bagiku bagai Kehidupan;
Begitu kuatnya kurasakan dalam hatiku [ 955 ]
Ikatan Alam menarikku kepada milikku sendiri,
Milikku dalam dirimu, sebab apa engkau adanya adalah milikku;
Keadaan kita tidak bisa terpisahkan, kita adalah satu,
Satu Daging; kehilanganmu adalah kehilangan diriku sendiri.
Demikianlah Adam, dan demikian pula Hawa kepadanya menjawab. [ 960 ]
Oh ujian mulia akan Cinta yang amat sangat,
Bukti yang agung, contoh yang tinggi!
Mendorongku untuk mencontoh, namun kurang
Dari kesempurnaanmu, bagaimana akan kucapai,
Adam, yang dari sisi tersayangmu aku berbangga telah muncul, [ 965 ]
Dan dengan senang akan Persatuan kita aku mendengarmu berbicara,
Satu Hari, satu Jiwa dalam diri kita berdua; akan hal itu bukti baik
Hari ini mendapatkannya, menyatakan dirimu ditetapkan,
Daripada oleh Maut atau apapun yang lebih menakutkan daripada Maut
Nantinya memisahkan kita, yang terikat dalam Cinta yang begitu tersayang, [ 970 ]
Untuk menjalani bersamaku satu Kesalahan, satu Pelanggaran,
Jikalau memang ada, karena mengecap Buah indah ini,
Yang kebaikannya, sebab dari yang baik tetap keluar yang baik,
Dengan langsung, atau secara kebetulan telah menyatakan
Ujian berbahagia ini akan Cintamu, yang jikalau tidak [ 975 ]
Begitu menonjolnya tak akan pernah diketahui.
Jikalau kukira bahwa Maut yang diancamkan akan dihasilkan
Perbuatanku ini, aku akan menanggung sendirian
Yang terburuk, dan tidak membujukmu, lebih baik mati
Ditinggalkan, daripada melibatkanmu dengan sebuah perbuatan [ 980 ]
Yang berbahaya bagi Damai Sejahteramu, terutama diyakinkan
Dengan luar biasa baru baru ini akan dirimu begitu setia,
Cinta yang begitu setia tak tertandingi; namun kurasakan
Jauh berbalikan akibatnya, bukan Maut, namun Kehidupan
Ditingkatkan, Mata yang terbuka, Harapan baru, Sukacita baru, [ 985 ]
Kecapan yang begitu Ilahi, sehingga apapun yang manis sebelumnya
Yang telah menyentuh inderaku, hambar tampaknya dibanding ini, dan keras.
Atas pengalamanku, Adam, kecaplah dengan bebas,
Dan ketakutan akan Maut lemparkan ke Angin.
Demikian berkata, perempuan itu memeluk laki laki itu, dan oleh sukacita [ 990 ]
Menangis dengan lembut, begitu dimenangkannya sebab laki laki itu karena Cintanya
Telah begitu dimuliakan, sebab dengan pilihan untuk menyebabkan
Ketidaksenangan Ilahi demi sang perempuan, atau Maut.
Sebagai balasan (sebab penurutan buruk demikian
Paling pantas mendapat balasan sedemikian) dari cabang tersebut [ 995 ]
Perempuan itu memberi laki laki itu Buah menarik yang indah
Dengan tangan pemurah: laki laki itu tidak berjaga jaga memakan
Melawan pengetahuannya yang lebih baik, bukannya tertipu,
Namun dengan bodoh ditaklukkan oleh pesona Wanita.
Bumi bergoncang dari perutnya, seolah olah lagi [ 1000 ]
Dalam degupan, dan Alam mengeluarkan erangan kedua,
Langit menggelap, dan menggumamkan Halilintar, beberapa tetes sedih
Ditangiskan sebab dilengkapinya Dosa mematikan tersebut
Yang Asal; sementara Adam tidak berpikir lagi,
Memakan sepuasnya, tidak juga Hawa untuk mengulangi [ 1005 ]
Pelanggaran sebelumnya menjadi takut, malah lebih lagi untuk menentramkan
Laki laki itu dengan penemanannya yang tercinta, hingga sekarang
Bagaikan dengan Anggur baru keduanya menjadi mabuk
Mereka berenang dalam kegirangan, dan mengkhayal bahwa mereka merasakan
Keilahian dalam diri mereka menghasilkan sayap [ 1010 ]
Yang dengannya untuk menghinakan Bumi: namun Buah palsu itu
Akibat yang lebih jauh lagi dulu ditampilkan,
Menyalakan gairah kedagingan, laki laki itu kepada Hawa
Mulai melemparkan Pandangan bernafsu, perempuan itu kepadanya
Dibalasnya dengan seliar itu juga; dalam Nafsu mereka terbakar: [ 1015 ]
Hingga Adam demikian mulai menggerakkan Hawa pada percintaan,
Hawa, sekarang kulihat bahwa engkau tepat berselera,
dan anggun, akan Kebijaksanaan tidak sedikit bagianmu,
Sebab pada tiap rasa yang berarti kita nyatakan,
Dan Lidah kita menyebutnya dinilai baik; aku akan pujian [ 1020 ]
Memberikannya padamu, dengan begitu baik hari ini telah kausediakan.
Banyak nikmat yang telah hilang bagi kita, sementara kita menahan diri
Dari Buah menyenangkan ini, tidak juga dikenal hingga saat ini
Kepuasan sejati, dengan mengecap; jikalau kesenangan sedemikian ada
Dalam hal hal yang dilarangkan bagi kita, ia boleh dihasratkan, [ 1025 ]
Sebab satu Pohon ini telah dilarang bagi sepuluh.
Namun mari, setelah begitu disegarkan, sekarang mari kita bermain,
Sebagaimana sepantasnya, setelah Santapan yang begitu lezat;
Sebab tidak pernah Kecantikanmu sejak hari itu
Aku pertama melihatmu dan menikahimu, dihiasi [ 1030 ]
Dengan segala kesempurnaan, begitu menyalakan inderaku
Dengan gairah untuk menikmatimu, lebih indah lagi sekarang
Daripada yang pernah sebelumnya, berkat dari Pohon yang penuh kebaikan ini.
Demikian katanya, dan tidak menahan lirikan atau permainan
Dengan maksud asmara, dengan baik dimengerti [ 1035 ]
Oleh Hawa, yang Matanya menembakkan Api yang menjalar.
Tangan perempuan itu digenggamnya, dan menuju ke sebuah tepian teduh,
Rimbun diatasnya dengan atap hijau ternaungi
Ia menuntun perempuan itu yang tidak menolak; Bunga Bungaan sebagai Ranjang,
Pansy, dan Violet, dan Asfodel, [ 1040 ]
Dan Hyacinth, pangkuan Bumi yang paling lembut dan paling segar.
Disanalah mereka kepuasan Cinta dan permainan Cinta mereka
Sebagian besar dilakukan, akan kesalahan bersama mereka sebagai Materai,
Penghiburan bagi dosa mereka, hingga lelap berembun
Menindas mereka, yang telah capai oleh permainan asmara mereka. [ 1045 ]
Segera sesudah daya Buah palsu itu,
Yang dengan hawa menggirangkan yang nikmat
Telah bermain atas semangat mereka, dan kuasa terdalam mereka
Dibuatnya sesat, sekarang dihembus keluar, dan lelap yang lebih berat
Dihasilkan dari uap yang tidak alami, dengan mimpi yang bersalah [ 1050 ]
Dibebani, sekarang telah meninggalkan mereka, naik mereka bangkit
Seolah olah dari kegelisahan, dan menatap satu sama lain,
Segera mendapati Mata mereka betapa terbuka, dan akal mereka
Betapa digelapkan; ketidakberdosaan, yang sebagai sebuah tudung
Telah menaungi mereka dari mengenal kejahatan, telah hilang, [ 1055 ]
Keyakinan sepatutnya, dan kebenaran asal
Dan kehormatan dari sekeliling mereka, telanjang ditinggalkan
Oleh aib bersalah laki laki itu ditutupi, namun Bajunya
Lebih terbuka lagi, demikian, demikian bangkit Orang Dan yang kuat itu
Simson bagaikan Herkules dari pangkuan Pelacur [ 1060 ]
Dalilah Orang Filistin, dan terjaga
Gundul akan segala kekuatannya, Mereka miskin dan telanjang
Akan segala kebaikan mereka: terdiam, dan di wajah mereka
Terkejut lama mereka duduk, seolah olah terpukul bisu,
Hingga Adam, walau tidak kurang malunya dari Hawa, [ 1065 ]
Akhirnya mengucapkan kata kata yang tertahan ini.
Oh Hawa, dalam jam yang jahat kau mendengar
Pada Ulat palsu itu, yang oleh siapapun diajari
Suara Manusia tiruan, sejati dalam Kejatuhan kita,
Palsu dalam Kenaikan kita yang dijanjikan; sebab Mata kita [ 1070 ]
Terbuka memang kita dapati, dan mendapati kita mengetahui
Baik yang Baik maupun yang Jahat, Kebaikan terhilang, dan Kejahatan didapat,
Buah jahat Pengetahuan, jikalau inilah mengetahui,
Yang membuat kita telanjang seperti ini, akan Kehormatan kosong,
Akan Kepolosan, akan Iman, akan Kemurnian, [ 1075 ]
Hiasan kita yang sepantasnya sekarang rusak dan tercemar,
Dan di Wajah kita nyata tanda tanda
Kesadaran akan kesalahan hina; dimana kejahatan tersimpan;
Bahkan aib, terakhir diantara segala kejahatan; akan yang pertama
Yakinlah. Bagaimana aku bisa memandang wajah [ 1080 ]
Allah atau Malaikat sejak saat ini, sebelumnya dengan sukacita
Dan pengangkatan begitu sering memandangnya? Wujud wujud sorgawi itu
Sekarang akan menyilaukan wujud bumi ini, dengan kilatan mereka
Terang tak tertahankan. Oh seandainya aku disini
Dalam kesendirian hidup liar, di suatu tanah [ 1085 ]
Tersamar, dimana Hutan tertinggi tak tertembus
Oleh Bintang atau cahaya Matahari, menyebarkan teduhan mereka lebar,
Dan coklat bagaikan Sore Hari: Tutupi aku kalian Pepohonan Pinus,
Kalian Pepohonan Cedar, dengan dahan dahan tak terhitung
Sembunyikan aku, dimana aku boleh tidak pernah melihat mereka lagi. [ 1090 ]
Namun marilah kita sekarang, sebab dalam kesusahan buruk, merancang
Apa yang terbaik boleh untuk saat ini dipakai menyembunyikan
Bagian kita dari satu sama lain, yang tampaknya paling
Aib memalukan, dan amat tidak pantas terlihat,
Suatu Pohon yang Dedaunan mulus lebarnya dijalinkan bersama, [ 1095 ]
Dan melingkari pinggang kita, boleh menutupi sekeliling
Bagian tengah itu, agar pendatang baru ini, Aib,
Tidak duduk disana, dan menghardik kita cemar.
Demikian ia menasehati, dan keduanya bersama pergi
Kedalam Hutan terimbun, disana segera mereka memilih [ 1100 ]
Pohon Ara, bukan jenis itu yang Buahnya tersohor,
Namun seperti yang hingga hari ini bagi Orang Orang India dikenal
Di Malabar atau Decan yang membentangkan Lengannya
Bercabang begitu lebar dan panjang, hingga di tanah
Dahan Dahannya yang membengkok mengakar, dan Putri Putrinya tumbuh [ 1105 ]
Disekeliling Pohon Induk, suatu teduhan Bagai Tiang
Tinggi menjangkau, dan menggemakan Jalan Jalan diantaranya;
Disana seringkali Penggembala Penggembala India yang menjauhi panas
Berlindung dalam sejuk, dan menjaga Kawanan Ternaknya yang merumput
Di Lubang yang dipangkas melalui teduhan terimbun: Dedaunan tersebut [ 1110 ]
Mereka kumpukan, lebar bagaikan Perisai Orang Amazon,
Dan dengan keahlian apa yang mereka miliki, bersama menjalinnya,
Untuk melingkari pinggang mereka, Penutup sia sia jika untuk menyembunyikan
Kesalahan dan aib yang mereka takuti; Oh betapa tidak seperti
Kemuliaan telanjang yang semula itu. Seperti itulah baru baru ini [ 1115 ]
Columbus menemukan Orang Orang Amerika demikian berikat pinggang
Dengan Kain Berwarna berhias bulu, selain itu telanjang dan liar
Diantara Pepohonan di Pulau Pulau dan Pantai Pantai berhutan.
Demikian terjaga, dan seperti mereka kira, aib mereka sebagian
Tertutupi, namun tidak tenteram atau damai Pikiran mereka, [ 1120 ]
Mereka duduk untuk meratap, bukan juga Airmata satu satunya
Menghujani Mata mereka, namun Angin tinggi lebih buruk didalam
Mulai bangkit, Hasrat tinggi, Kemarahan, Kebencian,
Ketidakpercayaan, Kecurigaan, Pertentangan, dan mengguncang berat
Keadaan Pikiran mereka didalam, Wilayah yang dulunya tenang [ 1125 ]
Dan penuh Damai, sekarang terombang ambing dan kacau balau:
Sebab Pengertian tidak memerintah, dan Kehendak
Tidak mendengar kisahnya, sekarang keduanya dalam penaklukan
Pada Hawa Nafsu yang bergairah, yang dari bawah
Merampas atas Akal Budi yang berdaulat dan menyatakan [ 1130 ]
Kendali unggul: Dari hati yang begitu galau,
Adam, terasing dalam pandangan dan berubah diam,
Kata kata sambung menyambung demikian kepada Hawa diperbaharui.
Seandainya engkau mendengar pada kata kataku, dan tetap
Bersamaku, sebagaimana kumohon padamu, ketika asing [ 1135 ]
Gairah untuk berkelana pada Pagi yang tidak berbahagia ini,
Aku tidak tahu darimana merasukmu; kita pastilah
Tetap bahagia, bukan seperti sekarang, terampas
Akan segala kebaikan kita, terhina, telanjang, sengsara.
Sejak ini jangan ada yang mencari sebab yang tidak diperlukan membuktikan [ 1140 ]
Kesetiaan yang mereka miliki; ketika dengan ingin mereka mencari
Bukti sedemikian, menyimpulkannya, lalu mereka mulai gagal.
Kepadanya segera tergerak oleh sentuhan kesalahan demikian Hawa.
Kata kata apa yang melalui Bibirmu, Adam keras,
Apakah engkau menimpakannya pada asalku, atau kehendak [ 1145 ]
Untuk berkelana, sebagaimana kausebutnya, yang siapa tahu
Sama buruknya boleh terjadi ketika engkau berada dekat,
Atau pada dirimu sendiri mungkin: jika engkau ada disana,
Atau disini pencobaan tersebut, engkau tidak mungkin bisa mengenali
Tipudaya dalam sang Ular, yang berbicara sebagaimana ia berbicara; [ 1150 ]
Tiada sebab perseteruan antara kami yang kuketahui,
Mengapa ia hendak berniat jahat atasku, atau hendak membahayakan.
Seharusnyakah aku tidak pernah berpisah dari sisimu?
Sebaiknyalah aku tumbuh disana sebagai Rusuk tanpa kehidupan.
Sebagaimana aku adanya, mengapa tidak engkau sebagai Kepala [ 1155 ]
Memerintahkanku dengan mutlak untuk tidak pergi,
Pergi kedalam bahaya sedemikian seperti katamu?
Terlalu lemahlah engkau yang tidak banyak mengatur,
Tidak, malah mengizinkan, menyetujui, dan melepaskan dengan lembut.
Jikalau engkau teguh dan kokoh dalam perbantahanmu, [ 1160 ]
Tidak akan aku melanggar, tidak juga engkau bersamaku.
Kepadanya pertama kali dengan marah Adam menjawab,
Inikah Cinta, inikah balasan
Akan Cintaku kepadamu, Hawa yang tidak berterima kasih, yang terungkap
Tanpa berubah ketika engkau terhilang, bukan aku, [ 1165 ]
Yang boleh saja hidup dan bersukacita dalam kebahagiaan abadi,
Namun dengan bersedia malah memilih Maut bersamamu:
Dan sekarang aku kauhardikkah, sebagai penyebab
Pelanggaranmu? Tidak cukup keras,
Tampaknya, untuk menahanmu: aku bisa apa lagi? [ 1170 ]
Aku memperingatkanmu, aku menasehatimu, memberitahu sebelumnya
Bahaya, dan Musuh yang berkeliaran
Yang terbaring menunggu; diluar ini paksaan,
Dan paksaan atas Kehendak bebas tiada memiliki tempat.
Namun keyakinan mendorongmu terus, dengan pasti [ 1175 ]
Tidak menemui bahaya apapun, atau untuk menemukan
Hal hal ujian yang penuh kemuliaan; dan mungkin
Aku juga bersalah dalam hal terlalu mengagumi
Apa yang tampaknya dalammu begitu sempurna, hingga kukira
Tiada yang jahat berani mencobaimu, namun aku menyesali [ 1180 ]
Kesalahan itu sekarang, yang telah menjadi kejahatanku,
Dan engkau pendakwaku. Demikianlah akan menimpa
Ia yang terlalu percaya pada harga Perempuan
Membiarkan Kehendak perempuan memerintah; batas tidak akan diindahkannya,
Dan dibiarkan dirinya sendiri, jika kejahatan dari sana hasilnya, [ 1185 ]
Perempuan akan lebih dulu menuduh kemurahan lemahnya.
Demikianlah mereka dalam tuduhan satu sama lain menghabiskan
Jam jam tanpa hasil, namun tidak satupun dari mereka menghukum diri sendiri,
Dan akan pertandingan sia sia mereka tampaknya tiada akhir.

Akhir Buku Kesembilan.